NUNUKAN

Dari Nunukan untuk NTT, Bupati Ajak Warga Galang Kepedulian bagi Korban Gempa

NUNUKAN – Semangat kepedulian dan gotong royong masyarakat Kabupaten Nunukan kembali ditunjukkan melalui kegiatan penggalangan dana bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah. Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan, Joko Santosa, SH, pada kegiatan penggalangan dana yang diinisiasi Forum Masyarakat Lintas Etnis (Formaline) Kabupaten Nunukan.

Kegiatan berlangsung di Alun-Alun Kota Nunukan, Sabtu (5/9/2026), dan mendapat perhatian dari berbagai unsur masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Muh. Mansyur dan Ustaniah, sejumlah perwakilan Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, tokoh adat, tokoh masyarakat, para ketua etnis yang tergabung dalam Formaline Nunukan, masyarakat sekitar serta para pengguna jalan yang melintas di kawasan Alun-Alun Kota Nunukan.

Dalam sambutan yang dibacakan Joko Santosa, Bupati menegaskan bahwa jarak geografis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menunjukkan rasa kemanusiaan. Meski NTT berada jauh dari Kabupaten Nunukan, penderitaan yang dirasakan masyarakat akibat bencana merupakan keprihatinan bersama.

“Ketika saudara kita kehilangan rumah, kita akan ikut merasakan kesedihannya. Ketika ada keluarga yang kehilangan harta benda, kita pun akan ikut merasakan keprihatinannya,” ujarnya.

Menurut Bupati, masyarakat Nunukan mungkin tidak dapat mengembalikan rumah-rumah yang roboh atau menghapus seluruh kesedihan yang dirasakan para korban. Namun, masyarakat tetap dapat memberikan sesuatu yang sangat berarti melalui kepedulian, doa dan bantuan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memandang kecil setiap bentuk bantuan yang diberikan. Berapa pun nominalnya, apabila diberikan dengan keikhlasan, bantuan tersebut menjadi wujud nyata bahwa masyarakat Nunukan hadir dan peduli terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan.

“Kalau belum mampu membantu banyak, bantulah walaupun sedikit. Kalau belum mampu dengan harta, bantulah dengan tenaga. Kalau belum mampu dengan tenaga, bantulah dengan doa. Tetapi jangan sampai kita kehilangan kesempatan untuk berbuat baik,” tambahnya.

Menurutnya, semangat membantu sesama merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. Terlebih dalam situasi bencana, dukungan moral maupun material dari berbagai pihak dapat menjadi penguat bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk bangkit.

Kegiatan penggalangan dana tersebut juga dikemas dengan berbagai pertunjukan seni budaya dari sejumlah etnis yang ada di Kabupaten Nunukan. Di antaranya pertunjukan tarian dari suku Tidung serta kesenian Reog yang ditampilkan oleh masyarakat dari etnis Jawa.

Perpaduan antara aksi sosial dan pertunjukan budaya tersebut sekaligus memperlihatkan keberagaman masyarakat Nunukan yang dapat bersatu dalam semangat kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Lembaga Pemangku Adat Dayak Kenyah dan Tidung (LPADKT) Nunukan turut memberikan donasi sebesar Rp6 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT. Donasi tersebut diserahkan langsung oleh pengurus LPADKT Nunukan.

Ketua Formaline Kabupaten Nunukan, Sumari, bersama Ketua Panitia Pelaksana H. Loding, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan yang telah memberikan dukungan serta memfasilitasi kegiatan tersebut sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Nunukan yang telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.

Sumari mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghimpun bantuan bagi korban bencana alam di NTT, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antarsuku dan etnis yang ada di Kabupaten Nunukan.

“Kami terus mengajak seluruh suku dan etnis yang ada di Kabupaten Nunukan untuk menjaga rasa persaudaraan dan keharmonisan yang selama ini telah terjalin dengan baik,” katanya.

Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan bagi Kabupaten Nunukan. Dengan menjaga persatuan dan saling peduli, masyarakat dapat membangun kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan suku dan latar belakang bukan menjadi penghalang untuk bergandengan tangan membantu sesama.

Melalui kegiatan tersebut, Formaline bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap semangat solidaritas masyarakat terus tumbuh. Kepedulian yang dihimpun dari Nunukan diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya meringankan beban masyarakat NTT yang terdampak bencana. (bin)

Back to top button