NUNUKAN

GIZ ProMangrovePeat Dorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan di Nunukan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menyambut baik dukungan dan kerja sama program GIZ ProMangrovePeat dalam upaya memperkuat perlindungan serta pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove di wilayah Kabupaten Nunukan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S.Sos., saat menerima audiensi rombongan GIZ ProMangrovePeat di ruang kerjanya, Rabu (3/9/2026).

Rombongan GIZ ProMangrovePeat dalam audiensi tersebut didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan, Dr. Meinstar Tololiu, beserta jajaran.

GIZ ProMangrovePeat merupakan program kerja sama antara Pemerintah Jerman dan Pemerintah Indonesia yang berfokus pada perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Program tersebut diimplementasikan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Salah satu fokus program yang akan dilaksanakan di Kabupaten Nunukan adalah pembangunan pedesaan berbasis Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) serta pengembangan Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG).

Untuk Kabupaten Nunukan, program DMPG akan dilaksanakan di tiga desa yang berada di Kecamatan Sembakung, yakni Desa Atap, Desa Lubakan dan Desa Manuk Bungkul.

Wakil Bupati Hermanus menyampaikan apresiasi atas kehadiran GIZ ProMangrovePeat yang dinilai dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan gambut.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan ekosistem gambut tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dan pemahaman masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan pengayaan pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai karakteristik, fungsi serta tata kelola lahan gambut. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat ikut menjaga kawasan gambut sekaligus memanfaatkannya secara bijak dan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah menyambut baik program ini. Masyarakat perlu diberikan pengayaan dan informasi yang cukup sehingga semakin memahami bagaimana pengelolaan lahan gambut yang baik,” ujar Hermanus.

Ia berharap pelaksanaan program GIZ ProMangrovePeat di tiga desa di Kecamatan Sembakung dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Nunukan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan gambut, tetapi juga mendorong terbentuknya tata kelola lingkungan yang lebih berkelanjutan dan melibatkan masyarakat secara aktif.

Pemerintah Kabupaten Nunukan pun berkomitmen mendukung sinergi bersama berbagai pihak dalam menjaga ekosistem gambut dan mangrove sebagai bagian penting dari keberlanjutan lingkungan serta kehidupan masyarakat di daerah. (bin)

Back to top button