
TANJUNG SELOR — DPRD Kaltara mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltara agar mengambil langkah konkret dan terukur untuk menekan laju inflasi di daerah. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muhammad Nasir.
Nasir menegaskan, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan koordinasi rutin, tetapi harus diperkuat melalui kegiatan lapangan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“TPID harus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok di pasar. Langkah konkret seperti pasar murah, operasi pasar hingga sidak stok pangan wajib dimasifkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi geografis Kaltara yang luas serta ketergantungan distribusi antarwilayah mengharuskan pemerintah meningkatkan konektivitas logistik. “Penguatan konektivitas antar wilayah sangat penting. Jika jalur distribusi lancar, pasokan stabil, harga akan lebih mudah dikendalikan,” tegas Nasir.
Ia juga menilai TPID perlu memperkuat koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota agar intervensi pasar lebih tepat sasaran. “TPID harus hadir di semua lini. Tidak boleh hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung mengidentifikasi penyebab lonjakan harga di lapangan,” ujarnya.
DPRD Kaltara, lanjut Nasir, siap mendukung kebijakan anggaran yang diarahkan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. “Kami di DPRD akan mendukung program yang jelas berdampak pada pengendalian inflasi. Stabilitas harga adalah kepentingan seluruh masyarakat,” katanya.
Ia berharap langkah-langkah konkret tersebut dapat menciptakan stabilitas harga menjelang akhir tahun dan menghadapi potensi kenaikan permintaan pada sejumlah momentum hari besar. “Harapan kami, inflasi tetap terkendali sehingga masyarakat tidak semakin terbebani,” pungkasnya. (adv)




