
TANJUNG SELOR – Anggota DPRD Kaltara, Tamara Moriska menegaskan pentingnya penguatan literasi dasar di Nunukan sebagai wilayah beranda terdepan Indonesia. Ia menyebut pendidikan merupakan kunci utama untuk membangun masa depan generasi perbatasan yang lebih baik.
Tamara menilai masih banyak anak-anak di sejumlah kecamatan perbatasan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas belajar, buku hingga pendampingan pendidikan yang memadai. “Peningkatan literasi dasar di Nunukan harus menjadi prioritas bersama. Pendidikan adalah kunci masa depan perbatasan,” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga fondasi dalam membangun kecakapan hidup dan kualitas sumber daya manusia. “Ketika kemampuan literasi dasar kuat, maka anak-anak akan lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya,” jelas politisi perempuan dari dapil Nunukan tersebut.
Lebih jauh, Tamara mendorong pemerintah daerah untuk memperluas program literasi melalui kolaborasi antara sekolah, perpustakaan, komunitas, dan relawan.
“Program literasi harus menyentuh desa-desa di wilayah 3T. Perlu sinergi semua pihak agar anak-anak di perbatasan tidak tertinggal,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan di Nunukan cukup kompleks, mulai dari akses geografis, distribusi guru, hingga minimnya fasilitas penunjang belajar. “Kita tidak boleh membiarkan anak-anak di perbatasan kehilangan kesempatan hanya karena masalah akses,” sambungnya.
Ia pun berkomitmen mengawal kebijakan terkait peningkatan mutu pendidikan, termasuk melalui dukungan anggaran di DPRD. “Kami siap mendorong alokasi anggaran yang berpihak pada peningkatan literasi dasar, khususnya di daerah perbatasan,” kata Tamara.
Tamara berharap pemerintah pusat juga memberikan perhatian lebih terhadap Nunukan sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. “Daerah perbatasan harus mendapatkan layanan pendidikan terbaik sebagai wajah Indonesia di garis terdepan,” tutupnya. (adv)




