BULUNGAN

Dipuji Kementerian UMKM RI, Cokelat Olahan Bulungan Mampu Bersaing di Pasar Nasional

JAKARTA – Festival Bulungan Berkarya yang digelar di Jakarta pertengahan pekan kemarin, menjadi sejarah baru bagi produk-produk lokal olahan Bulungan di pasar domestik.

Produk UMKM Bulungan seperti Cokelat dan puluhan produk lainnya, berhasil melewati kurasi ketat dan dinyatakan layak untuk dipasarkan di Mall Sarinah, Jakarta:

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI Temmy Satya Permana bahkan tidak sungkan memberikan apresiasi terhadap kualitas produk Bulungan, khususnya komoditas olahan seperti cokelat lokal yang dinilai memiliki potensi besar.

“Cokelat Bulungan sangat bagus dan punya peluang besar. Bulungan ini miniatur Indonesia, tinggal bagaimana kita membangun kewirausahaan dan meningkatkan nilai tambah produknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional, dengan jumlah mencapai sekitar 57 juta pelaku usaha yang sebagian besar masih berada di level mikro.

“UMKM ini ada yang tumbuh karena kebutuhan, ada juga yang dibangun secara terencana. Yang penting adalah bagaimana kita menciptakan ekosistem yang mendukung mereka naik kelas,” jelasnya.

Dalam proses kurasi, tambahnya, ia mengungkapkan bahwa dari 74 produk yang diajukan, hanya 30 yang lolos seleksi. Produk yang belum memenuhi standar akan diberikan catatan perbaikan.

“Yang belum lolos bukan berarti tidak bagus, tetapi perlu peningkatan kualitas agar bisa masuk ke pasar seperti Sarinah, jadi tinggal bagaimana dikomunikasikan kembali untuk memperbaiki hal – hal yang belum lengkap,” tegasnya.

Selain produk cokelat, beberapa produk khas seperti kue tradisional “Kue Haw” juga dinilai memiliki potensi besar karena memiliki cerita dan nilai budaya yang kuat. Menurutnya, storytelling menjadi kunci dalam menarik pasar modern, khususnya di kota besar seperti Jakarta yang sangat kompetitif.

Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di Kabupaten Bulungan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis lingkungan atau ekonomi hijau.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata kepada sejumlah kementerian dan mitra strategis. Cinderamata diserahkan kepada Kementerian UMKM RI, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kehutanan, serta pihak Sarinah sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pengembangan UMKM Bulungan.

Penghargaan juga diberikan kepada Pilar Nusantara atas kontribusinya dalam mendukung program pembangunan berbasis ekologi di Kabupaten Bulungan.

Momentum ini menegaskan bahwa UMKM Bulungan tidak hanya mampu bertahan di tingkat lokal, tetapi juga siap bersaing di panggung nasional. Dengan dukungan kolaborasi, pembiayaan, dan peningkatan kualitas, produk-produk lokal tersebut kini semakin dekat untuk menembus pasar global. (bin)

Back to top button