TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si mengikuti Pembahasan Optimalisasi Kontribusi Kawasan Mangrove dan Gambut terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) di Tanjung Selor, baru-baru ini.
Dalam rapat yang dipimpin Gubernur Kaktara Dr H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum disampaikan, kawasan tersebut memiliki nilai ekonomi melalui skema perdagangan karbon, jasa lingkungan, pengembangan ekowisata hingga pengelolaan berbasis masyarakat.
“Upaya peningkatan PAD ini tentunya tidak boleh mengorbankan prinsip ekologis kawasan. Prinsip keberlanjutan harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan dan langkah strategis yang diambil,” ucap Gubernur.
Dalam kesempatan itu, Direktur PT Global Eco Rescue Lestari, Dr Drs Marthin Billa, MM memaparkan, rencana cakupan wilayah ekosistem mengrove dan gambut meliputi 4 kabupaten.
Yakni Bulungan, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung. Seluas 366 ribu hektare (ha) di 83 desa.
Dalam skema pembagian manfaat (benefit sharing) dijelaskan bahwa 10 persen pendapatan dari kredit karbon akan dialokasikan langsung untuk pembangunan infrastruktur desa, pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Dari keuntungan bersih perusahaan, 65 persen menjadi bagian pengembang, 15 persen dialokasikan sebagai PAD dan 20 persen untuk pemilik lahan sesuai statusnya,” ungkap Marthin Billa.
Forum tersebut juga membahas mekanisme pembagian porsi 15 persen PAD antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten secara proporsional dan berkeadilan.
Bupati Bulungan pun menyampaikan agar proporsal tersebut disampaikan secara resmi melalui surat agar dapat dipelajari dan ditindaklanjuti lebih mendalam di tingkat kabupaten.
“Karena ini juga menyangkut kewenangan daerah, partisipasi masyarakat hingga pemerintah desa,” ujar Bupati. (bin)




