BULUNGANKALTARA

Kapolda Kaltara Gandeng LPADKT Jaga Kondusivitas dan Perangi Narkoba

TANJUNG SELOR – Upaya memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat adat terus dilakukan di Kalimantan Utara. Salah satunya melalui pertemuan antara jajaran pengurus Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan bersama Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy di Mako Polda Kaltara, Selasa (14/4).

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kalimantan Utara yang memiliki karakteristik wilayah luas dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Menurutnya, tantangan kamtibmas di Kaltara tidak dapat ditangani kepolisian sendiri tanpa keterlibatan masyarakat.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat untuk menjaga Kaltara tetap aman. Pintu komunikasi kami selalu terbuka untuk masukan dan informasi,” tegas Kapolda.

Ia mengakui kondisi geografis Kalimantan Utara yang luas menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan keamanan, sehingga kolaborasi dengan tokoh adat, organisasi masyarakat, dan pemuda sangat dibutuhkan untuk menciptakan situasi yang kondusif.

Ketua DPC LPADKT Kota Tarakan, Robinson Usat, dalam pertemuan itu menyoroti kompleksitas persoalan di lapangan, termasuk masih adanya kekhawatiran masyarakat ketika ingin melaporkan aktivitas ilegal akibat tekanan dari oknum tertentu.

“Kami berharap ada jaminan perlindungan bagi masyarakat yang berani bersuara. LPADKT terus aktif berkoordinasi dengan aparat untuk meminimalisir gesekan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC LPADKT Bulungan, Simeon, menegaskan komitmen organisasinya untuk membantu kepolisian, khususnya dalam memerangi peredaran narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda di Kalimantan Utara.

Ia berharap kerja sama antara masyarakat adat dan aparat kepolisian dapat diperkuat melalui langkah konkret di lapangan agar setiap informasi yang disampaikan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti.

“Kami siap membantu Polri menjaga keamanan daerah, termasuk dalam upaya memberantas narkoba. Harapannya, koordinasi di lapangan semakin cepat dan efektif,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Simeon juga menyampaikan rencana pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 LPADKT yang akan digelar pada akhir Mei mendatang dan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus LPADKT se-Kalimantan Utara.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Ketua DPC LPADKT Kota Tarakan, Robinson Usat, kepada Kapolda Kaltara sebagai simbol penguatan kemitraan antara masyarakat adat dan kepolisian.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi pondasi kuat dalam menjaga persatuan, memperkuat keamanan, serta menciptakan Kalimantan Utara yang aman, harmonis, dan bebas dari berbagai potensi gangguan sosial maupun kriminalitas.

“Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat adat menjadi kekuatan penting dalam menjaga kedamaian serta masa depan Kalimantan Utara yang lebih baik,” pungkasnya. (rdk)

Back to top button