
TARAKAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara mengambil langkah strategis dalam memperkuat institusi kepolisian berbasis pengetahuan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus launching Pusat Studi Kepolisian bersama Universitas Borneo Tarakan (UBT), Minggu (12/4/).
Kegiatan yang berlangsung di Kota Tarakan tersebut dihadiri langsung Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy bersama jajaran pimpinan Universitas Borneo Tarakan, para dekan fakultas, hingga perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM).
Peluncuran Pusat Studi Kepolisian tersebut menjadi tonggak baru sinergi antara dunia akademik dan institusi kepolisian dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang semakin kompleks di wilayah Kalimantan Utara.
Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, pusat studi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara praktisi kepolisian dan kalangan akademisi dalam melahirkan berbagai gagasan serta solusi konkret bagi pembangunan daerah dan penguatan keamanan.
“Saya berharap Pusat Studi Kepolisian ini dapat menjadi pusat pemikiran dan pengembangan solusi di daerah, yang mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan kebijakan yang tepat dalam menjawab tantangan kamtibmas ke depan,” ujar Kapolda dalam sambutannya.
Menurutnya, penguatan institusi Polri saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan konvensional, tetapi juga membutuhkan dukungan kajian ilmiah dan riset akademik agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui kerja sama tersebut, Polda Kaltara juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Polri agar lebih profesional, ilmiah, dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri jajaran pimpinan UBT, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Heppi Iromo, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr. Etty Wahyuni MS, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Rukisah Saleh, Ph.D.
Selain itu hadir pula para dekan fakultas, seperti Dekan Fakultas Hukum Dr. Syafruddin dan Dekan Fakultas Ekonomi Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, beserta unsur lembaga kampus lainnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga menjadi perhatian penting. Presiden BEM UBT Muhammad Ariandy Fahreza dan Ketua BEM Fakultas Hukum Mhd. Al Hafis hadir sebagai representasi generasi muda dalam mendukung edukasi hukum dan penguatan literasi keamanan di lingkungan kampus.
Pusat Studi Kepolisian tersebut nantinya diproyeksikan menjadi wadah penelitian, pengkajian, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan yang berkaitan dengan persoalan sosial, hukum, dan keamanan di Kalimantan Utara.
Kolaborasi antara kepolisian dan perguruan tinggi itu diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus melahirkan inovasi yang dapat mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan Indonesia.
“Sinergi antara institusi pendidikan dan kepolisian menjadi langkah penting untuk menciptakan kebijakan yang lebih adaptif, ilmiah, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya. (rdk)




