KRIAN, SIDOARJO — Setiap anak membutuhkan ruang untuk mencoba, berekspresi, dan mengenali potensi dirinya. Semangat inilah yang dihadirkan Play On Anak Krian Edisi 3 yang bertemakan “Kenali Potensimu, Tumbuhkan Bakatmu”, Minggu (11/10/2026), di fasilitas umum RT Kelurahan Krian dan kawasan Masjid Manarul Iman.
Diinisiasi bersama Jelajah selindu dan takmir masjid Manarul Iman Krian, kegiatan ini menghadirkan lima ruang eksplorasi: Creative Corner, Story & Speaking, Nature & Green, Problem Solver, dan Performance. Melalui aktivitas bermain, berkarya, bercerita, dan berkolaborasi, anak-anak mendapat kesempatan mencoba pengalaman baru di luar rutinitas belajar formal.
Bagi Inka Santosa, orang tua Qisha, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi kesempatan bagi anak untuk menemukan minatnya tanpa merasa terbebani. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan melalui aktivitas seni, literasi, eksperimen, dan eksplorasi alam.
“Anak-anak bisa belajar sambil bermain, ketemu teman baru, dan mencoba hal baru tanpa merasa terbebani,” ungkapnya.
Pengalaman berharga juga dibagikan Qisha Mutiara Syafia, pengisi sesi Public Speaking dan Cerita. Baginya, melihat anak-anak tertawa dan tersenyum bahagia menjadi pengalaman paling berkesan sekaligus motivasi untuk terus berbagi.
“Banyak yang saya buat tertawa dan tersenyum gembira, dan itu motivasi besar bagi saya,” tuturnya.
Qisha juga berpesan agar anak-anak tidak menyerah ketika merasa gugup atau kurang percaya diri. Menurutnya, setiap orang tetap bisa membawa kebahagiaan bagi orang lain, meskipun dirinya sendiri masih belajar mengatasi keraguan.
“Jangan menyerah dan sebarkan senyuman ke orang lain meskipun itu terlihat susah,” pesannya.
Pengalaman Qisha menunjukkan bahwa ruang belajar bersama bukan hanya membantu anak mengenali kemampuan diri, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, dan keberanian untuk berbagi kebahagiaan.
Semangat serupa disampaikan Khayra Drey Shaazia Hidayatullah, pengisi sesi Performance. Ia melihat pentingnya memberi kesempatan kepada anak untuk berani tampil, menyampaikan pendapat, mencoba hal baru, dan menunjukkan kreativitas.
“Jangan takut mencoba dan teruslah percaya pada kemampuan diri sendiri,” pesannya.
Sementara itu, Reyni, salah satu orang tua peserta, menilai anak membutuhkan ruang untuk bersosialisasi, mengeksplorasi diri, dan mengaktualisasikan potensinya. Melalui dukungan fasilitator, proses mengenali minat dan membangun kepercayaan diri dapat berlangsung secara bertahap.
Masukan penting datang dari Kholidiyah Budiasri Azmah, orang tua Ardhani Hafizh Cahya Pradipta. Ia mengingatkan bahwa perubahan anak tidak selalu terlihat setelah satu kali kegiatan. Diperlukan proses berkelanjutan, koordinasi pendamping yang baik, serta kesempatan bagi setiap anak untuk berpartisipasi dan tampil secara individu.
Berbagai pandangan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan anak bukan semata-mata diukur dari kemeriahan acara. Kualitas pendampingan, kesempatan bereksplorasi, dan tindak lanjut setelah kegiatan turut menentukan nilai pembelajarannya.
Play On Anak Krian diharapkan tidak berhenti sebagai acara bermain, tetapi berkembang menjadi ruang tumbuh yang berkelanjutan. Anak-anak perlu terus diberi kesempatan untuk mencoba, mengenali minat, mengasah keterampilan, dan belajar dari pengalaman tanpa takut salah.
Sebab, tugas kita bukan terburu-buru memberi label tentang bakat anak, melainkan menyediakan ruang agar potensi mereka dapat tumbuh.
Kini, saatnya kita berhenti bertanya, “Anak ini bisa apa?” dan mulai bertanya, “Ruang apa yang sudah kita sediakan agar anak berani mencoba dan menemukan kemampuannya?”
Mari bergandengan tangan menghadirkan lebih banyak ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan berkelanjutan. Orang tua memberi kepercayaan, sekolah membuka kesempatan, komunitas bergerak bersama, dan pemerintah memperkuat dukungan.
Masa depan anak tidak tumbuh dari nasihat semata, tetapi dari kesempatan yang benar-benar kita hadirkan hari ini.
Play On Anak Krian adalah langkah awal untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan kepedulian anak. Mari lanjutkan langkahnya, dampingi prosesnya, dan hadirkan lebih banyak kesempatan bagi setiap anak untuk berkembang. (*)
NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten Nunukan baru saja meresmikan penyaluran perdana Bahan Bakar Minyak (BBM) di…
NUNUKAN – Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nunukan Raden Iwan Kurniawan mewakili Bupati Nunukan H.…
NUNUKAN - Kepengurusan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kabupaten Nunukan masa bakti 2026-2030 resmi dilantik…
NUNUKAN - Setelah dibuka oleh gubernur Kalimantan Utara H. Zainal Arifin Paliwang yang didampingi Bupati…
NUNUKAN - Pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun…
NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE, menyampaikan enam usulan strategis terkait pertahanan, pembangunan…