SIDOARJO— Langit malam menjadi ruang belajar bagi anak-anak sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat. Sebanyak 112 anak mengikuti kegiatan Padang Bulan yang digelar Taman Baca Masyarakat (TBM) Pijakan Ilmu bersama Indonesian Islamic Astronomy Club (IIAC) Surabaya dan Forum TBM Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di TBM Pijakan Ilmu, Banjarpoh, Desa Banjarbendo, Sidoarjo, tersebut memadukan literasi, sains, dan pengamatan astronomi secara langsung. Sebanyak 61 anak merupakan peserta terdaftar, sementara 51 lainnya merupakan peserta tambahan.
Mengambil momentum bulan purnama, anak-anak mendapatkan penjelasan mengenai fase bulan dan astronomi, mengikuti kuis interaktif, serta berkesempatan mengamati bulan menggunakan teleskop dengan pendampingan tim IIAC Surabaya. Peserta dibagi dalam kelompok sekitar 10 anak agar setiap peserta memperoleh kesempatan mengamati bulan secara langsung.
Bagi peserta, pengalaman melihat bulan melalui teleskop menjadi salah satu bagian paling berkesan. Nana dan Laksmi sama-sama menyebut kegiatan mengamati bulan sebagai pengalaman yang paling seru, disusul kuis yang membuat suasana belajar semakin menyenangkan.
Sementara itu, Fatimah mengaku pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang baru baginya. “Yang paling berkesan dari kegiatan ini adalah mengamati bulan menggunakan teropong, karena saya pertama kali mengamati bulan menggunakan teropong,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa astronomi dapat diperkenalkan kepada anak melalui pengalaman sederhana namun langsung. Anak tidak hanya menerima informasi tentang benda langit dari buku atau layar, tetapi berkesempatan melihatnya sendiri melalui perangkat pengamatan.
Apresiasi juga datang dari orang tua peserta. Asti menilai kegiatan tersebut menarik bukan hanya karena menghadirkan komunitas astronomi, tetapi juga karena mampu melibatkan warga sekitar.
“Sudah keren. Yang bikin takjub ternyata kerja sama dengan warga sini juga, kemudian dengan komunitas yang suka mengamati astronomi. Keren,” ujar Asti.
Ketua Panitia Padang Bulan sekaligus Pengelola TBM Pijakan Ilmu, Nia Rahmawati, ST, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang agar pengenalan sains tidak berhenti pada penjelasan di dalam ruangan.
“Kami ingin mengenalkan sains dan astronomi kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan langsung dipraktikkan. Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mengamati bulan lewat teleskop, mengikuti kuis interaktif, dan berinteraksi dengan para pendamping,” ujar Nia.
Selain pengamatan astronomi, Padang Bulan menghadirkan Pojok Baca (Book Corner), bazar kuliner dan UMKM warga, booth sponsor, serta vlog competition. Pojok Baca mendapat dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo melalui peminjaman koleksi buku untuk peserta.
Kegiatan ini juga melibatkan 10 tenant kuliner dan UMKM Banjarpoh, yakni Warung Mbak Ti, Jus Creamy Mama Shinta, Pawon Wulan, Aneka Gorengan Banjarpoh, Qeena Kitchen, Incipono Dimsum Mentai, Warung Bu Dhe Icha, H&F Collections, Denna Kids Apparel, dan Warunk Teras 99.
Keterlibatan UMKM memberikan dampak langsung bagi warga sekitar. Menurut Nia, produk yang dijajakan tenant kuliner dan UMKM mendapat respons positif dari peserta dan pengunjung. Sejumlah produk bahkan habis terjual sebelum kegiatan berakhir pada pukul 20.00 WIB.
“Alhamdulillah, produk dari tenant kuliner dan UMKM laku terjual, bahkan banyak yang habis sebelum pukul 20.00 WIB. Selain anak-anak mendapat pengalaman belajar, acara ini ikut menggerakkan ekonomi warga sekitar dan melibatkan mereka secara aktif sebagai panitia,” ungkapnya.
Kegiatan Padang Bulan juga mendapat dukungan publikasi dari Jawa Timur Event, Jelajah Selindu, Wonderful East Java, Agenda Jawa Timur, Surabaya Guides, Discover Sidoarjo, dan Rakyat Jawa Timur. Forum TBM Kabupaten Sidoarjo turut mendukung penyelenggaraan kegiatan bersama warga Banjarpoh.
Bagi TBM Pijakan Ilmu, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari terbentuknya ruang kolaborasi antara anak, keluarga, komunitas, pemerintah, pelaku UMKM, media, dan warga.
Ke depan, Nia berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung di TBM Pijakan Ilmu. Di bawah naungan Forum TBM Kabupaten Sidoarjo, kegiatan Sambang TBM juga akan terus dikembangkan sebagai agenda rutin sekitar tiga hingga empat bulan sekali untuk mempertemukan TBM anggota forum dalam ruang berbagi ilmu, pengalaman, dan praktik baik.
Padang Bulan akhirnya tidak hanya menjadi malam ketika anak-anak melihat bulan melalui teleskop. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah TBM dapat mengubah halaman dan lingkungan warga menjadi ruang belajar bersama tempat sains dikenalkan, buku dibuka, UMKM bergerak, dan masyarakat berkolaborasi. (*)
MOJOKERTO— Secangkir kopi di tengah alam ternyata bisa menjadi pintu masuk menuju percakapan tentang pengalaman,…
TANJUNG SELOR – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Utara meminta Pemerintah Provinsi Kaltara…
NUNUKAN – Pembangunan Gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Sekaduyantaka, Kecamatan Sei Menggaris kini telah…
NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, S.E., memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…
NUNUKAN - Hari Jadi Kabupaten Nunukan diperingati setiap tanggal 12 Oktober. Tahun ini, Kabupaten Nunukan…
NUNUKAN – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Nunukan memberikan pelatih Branding dan Packaging…