Categories: UMUM

Anak-Anak TBM Al Farabi Sidoarjo Ikuti QIRA

Berikan Pemahaman Nilai-Nilai Al-Qur’an, dan Meneladani Akhlak Rasulullah Lewat Cerita

SIDOARJO – TBM Al Farabi, Desa Terung Kulon, Sidoarjo, mengadakan berbagai aktivitas, seperti bermain, membaca cerita, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, dalam kegiatan QIRA (Qur’anic Read Aloud) pada Rabu (26/8/2026). Ini bertujuan membantu anak-anak memahami nilai-nilai Al-Qur’an serta meneladani akhlak Rasulullah melalui cerita dan aktivitas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

QIRA merupakan komunitas Read Aloud berbasis Al-Qur’an yang berupaya menghubungkan pesan ayat dengan pengalaman anak. Kegiatan tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga mengajak anak menemukan nilai yang terkandung dalam ayat dan cerita.

Kegiatan diawali dengan permainan sensori motorik memindahkan bola melalui atas dan bawah. Aktivitas tersebut menjadi bagian awal untuk membantu anak memusatkan perhatian sebelum memasuki sesi utama.

Setelah itu, anak-anak mengikuti Read Aloud Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan buku Penyayangnya Rasulullah. Dalam sesi tersebut, anak-anak diajak mengenal Rasulullah sebagai sosok teladan sekaligus menghubungkan nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Qur’an dengan kehidupan mereka.

Pengelola TBM Al Farabi, Widyastuti, menjelaskan bahwa QIRA dirancang agar Al-Qur’an semakin dekat dengan kehidupan anak.

“QIRA sendiri kependekan dari Quranic Read Aloud, yang merupakan komunitas Read Aloud berbasis Al-Qur’an. Sembari membacakan buku, kita menanamkan nilai-nilai yang ada di Al-Qur’an dengan membacakan satu ayat yang berkaitan dengan isi buku,” jelasnya.

Menurut Widyastuti, pendekatan tersebut diharapkan membuat anak tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Pada tema Maulid Nabi, kegiatan mengangkat pesan tentang Rasulullah sebagai suri teladan bagi umat manusia, dengan salah satu ayat yang menjadi pengantar adalah QS Al-Ahzab ayat 21.

Suasana belajar yang dikemas melalui permainan dan cerita membuat pengalaman QIRA tidak terasa seperti pembelajaran yang kaku. Hal tersebut dirasakan Yazdan, salah satu peserta. Ketika ditanya mengenai pengalaman mengikuti QIRA, ia menjawab dengan spontan.

“Aku happy banget mengikuti QIRA hari ini. Aku senang bertukar makanan dengan teman-teman.” ucapnya sambil tersenyum bahagia.

Jawaban sederhana Yazdan menunjukkan bahwa pengalaman belajar bagi anak tidak hanya hadir ketika mendengarkan materi. Interaksi dengan teman, bermain, dan berbagi juga menjadi bagian dari pengalaman yang membekas.

Konsep kegiatan QIRA juga dilanjutkan dengan aktivitas Bookishplay, yakni mengikat pengalaman membaca melalui kegiatan kreatif. Salah satu aktivitasnya adalah membuat pembatas buku dengan karakter kucing yang terinspirasi dari sampul buku Penyayangnya Rasulullah.

Pegiat literasi, Guru Keliling Desa, dan praktisi pendidikan nonformal Makrus Sahlan menilai pendekatan seperti QIRA penting dalam menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada kemampuan akademik.

“Pendidikan harus mempunyai karakter dan agama. Pengetahuan penting, tetapi pendidikan juga harus membantu anak memiliki landasan moral dalam menjalani kehidupannya. Al-Qur’an dan keteladanan Rasulullah dapat menjadi bagian penting dalam proses tersebut,” ujar Makrus Sahlan.

Menurutnya, pendidikan karakter perlu hadir dalam pengalaman nyata anak, bukan sekadar menjadi teori yang disampaikan di ruang kelas.

Ada sejumlah nilai yang perlu terus dibangun dalam proses pendidikan, mulai dari religiusitas, integritas dan kejujuran, gotong royong dan toleransi, kemandirian dan kerja keras, hingga keteladanan.

Nilai religius, kata Makrus, menjadi landasan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara integritas dan kejujuran membentuk anak menjadi pribadi yang dapat dipercaya serta bertanggung jawab terhadap perkataan dan perbuatannya.

Di sisi lain, gotong royong dan toleransi menumbuhkan kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta sikap menghargai perbedaan. Kemandirian dan kerja keras diperlukan untuk membangun ketangguhan, kedisiplinan, serta konsistensi dalam berusaha.

“Yang tidak kalah penting adalah keteladanan. Anak-anak tidak cukup hanya diberi tahu tentang nilai kebaikan. Mereka perlu melihat, mengalami, dan mempraktikkannya. Pendidik dan pemimpin harus memberikan contoh nyata melalui perilaku sehari-hari,” lanjutnya.

Bagi Makrus, kekuatan pendidikan nonformal justru terletak pada kemampuannya menciptakan ruang belajar yang fleksibel dan dekat dengan kehidupan anak.

Kegiatan di TBM dapat menjadi ruang untuk mempertemukan literasi, agama, kreativitas, interaksi sosial, dan pendidikan karakter dalam satu pengalaman belajar.

QIRA di TBM Al Farabi memperlihatkan pendekatan tersebut. Anak-anak tidak hanya diajak membaca ayat dan buku, tetapi juga bermain, berinteraksi dengan teman, serta menemukan pengalaman positif dalam suasana yang menyenangkan.

Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kecintaan anak kepada Al-Qur’an, mengenalkan Rasulullah sebagai teladan, sekaligus membantu mereka membawa nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab pendidikan pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang mampu dibaca dan dihafalkan anak, tetapi tentang nilai apa yang tumbuh dalam diri mereka dan bagaimana nilai itu diwujudkan dalam kehidupan.(*)

Wira

Recent Posts

Sulap Barang Bekas Jadi Kostum Karnaval yang Bikin Jalan Pucang Semarak

SIDOARJO – Semangat kemerdekaan terasa berbeda di Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo. Warga menggelar rangkaian perayaan…

4 hari ago

Warga RW 04 Dusun Tangunan dan Mahasiswa UMM Saling Belajar

SIDOARJO – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Bulang,…

1 minggu ago

Dari Bermain hingga Mendongeng, Play On Anak Krian 2 Hidupkan Literasi Anak Krian

KRIAN, SIDOARJO - Play On Anak Krian 2 menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak melalui…

3 minggu ago

Literasi Tak Cukup Dibaca, Gol A Gong dan Muhari AS Dorong Mahasiswa Berkarya

BANGKALAN — Budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi perhatian melalui Seminar Nasional bertajuk…

4 minggu ago

Menjaga Ilmu, Menumbuhkan Karakter: Ikhtiar Pendidikan bagi 11 Anak Yatim Dhuafa

SIDOARJO — Pendidikan nonformal menjadi salah satu ruang penting dalam membantu anak-anak mendapatkan pendampingan belajar…

4 minggu ago

Polemik Kontrak Publikasi di Pemkab Malinau, SMSI Kaltara Ingatkan Kepatuhan pada UU Pers dan Standar Dewan Pers

TANJUNG SELOR – Polemik kontrak publikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau kepada perusahaan media berbadan hukum…

1 bulan ago