Categories: KALTARA

MTQ X Kaltara Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani

MALINAU – Gema bedug berpadu dengan lantunan takbir menggema di Panggung Budaya Padan Liu Burung, Senin (29/6) malam. Suasana khidmat sekaligus semarak itu menandai dibukanya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026, yang mempertemukan ratusan kafilah dari seluruh penjuru provinsi.

Pembukaan dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., melalui prosesi pemukulan bedug didampingi Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para tokoh daerah. Tepuk tangan meriah dari para tamu undangan dan kafilah mengiringi dimulainya ajang syiar Islam tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau selaku tuan rumah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltara atas kerja keras dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ.

Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi sarana membina generasi Qur’ani sekaligus memperkuat pembangunan spiritual masyarakat.

“MTQ bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang kompetisi keagamaan. Kegiatan ini merupakan wahana pembinaan generasi Qur’ani serta implementasi nyata pembangunan spiritual umat Islam di Kalimantan Utara,” ujar Zainal.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital dan berbagai tantangan sosial, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup, khususnya bagi generasi muda, agar Kaltara tetap menjadi daerah yang aman, damai dan penuh keberkahan.

MTQ X Kaltara tahun ini diikuti 330 peserta dari lima kabupaten dan kota. Rinciannya, Kabupaten Nunukan mengirimkan 104 peserta, Kabupaten Tana Tidung 66 peserta, Kabupaten Bulungan 56 peserta, Kabupaten Malinau 53 peserta dan Kota Tarakan 51 peserta.

Kepada seluruh peserta, Zainal mengajak untuk mengikuti perlombaan dengan penuh keikhlasan dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Menang atau kalah adalah hal biasa, namun menjadi penjaga Al-Qur’an adalah kemuliaan yang utama,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim dan berharap dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, serta penuh tanggung jawab sehingga menghasilkan penilaian yang adil. (dkisp/adv)

Wira

Recent Posts

TBM Pijakan Ilmu Buktikan TBM Bisa Jadi Ruang Belajar dan Kolaborasi Ekonomi Kreatif

SIDOARJO— Langit malam menjadi ruang belajar bagi anak-anak sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat. Sebanyak 112…

3 hari ago

Bukan Sekadar Main Domino, H. Ladullah Dorong Orado Jadi Olahraga Strategi di Nunukan

NUNUKAN - Dorongan pengembangan Olahraga Domino terus digaungkan Ketua Orado Nunukan, H. Ladullah. Ajakan itu…

3 hari ago

Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam

MOJOKERTO— Secangkir kopi di tengah alam ternyata bisa menjadi pintu masuk menuju percakapan tentang pengalaman,…

3 hari ago

Fraksi PKS Soroti RAPBD Perubahan Kaltara 2026, Begini Catatan dan Rekomendasi Fraksi PKS

TANJUNG SELOR – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Utara meminta Pemerintah Provinsi Kaltara…

6 hari ago

Mantapkan Persiapan HUT ke-27: Hiburan Paras Fest, Hadirkan Artis Ibu Kota

‎NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan mengadakan Rapat Pemantapan Persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan…

6 hari ago

Pemerintah Terbitkan 100 Kartu Disabilitas, Dukung Pemenuhan Hak Akses Layanan Publik

NUNUKAN – Penyandang disabilitas di Kabupaten Nunukan kini mendapatkan identitas resmi untuk mendukung pemenuhan hak…

6 hari ago