Categories: BULUNGANKALTARA

Apel Perdana, Wakapolda Kaltara Ingatkan Bahaya Calo Polisi

TANJUNG SELOR – Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol Yusuf memimpin apel perdana di Mapolda Kaltara, Rabu (1/4). Dalam arahannya, ia menegaskan sejumlah poin penting kepada seluruh personel, mulai dari integritas institusi Polri, kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kamtibmas hingga kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mencatut namanya.

Di hadapan jajaran personel Polda Kaltara, Yusuf memberi perhatian serius terhadap proses penerimaan anggota Polri tahun 2026. Ia menegaskan larangan keras terhadap praktik percaloan maupun upaya titip-menitip dalam tahapan seleksi penerimaan anggota Polri.

“Nasib Polri di masa depan bergantung pada mereka yang terpilih sekarang. Saya tegaskan, jangan ada personel yang menjadi calo. Itu adalah dosa jariyah yang dampaknya akan terus mengalir jika kita memasukkan orang dengan cara yang tidak benar,” tegas Wakapolda.

Menurutnya, proses rekrutmen yang bersih dan transparan menjadi pondasi utama dalam melahirkan anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Selain menyoroti persoalan internal, Wakapolda juga memaparkan hasil video conference bersama Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy terkait potensi eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) pada periode April hingga Agustus 2026.

Ia menjelaskan, dinamika geopolitik global seperti konflik internasional antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional, termasuk pasokan minyak dunia yang dapat berdampak pada kenaikan harga BBM hingga kelangkaan kebutuhan pokok di daerah.

“Situasi global harus kita antisipasi sejak dini karena dampaknya bisa memicu gangguan kamtibmas di daerah, termasuk potensi keresahan masyarakat akibat kenaikan harga maupun distribusi barang,” ujarnya.

Wakapolda juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga profesionalitas menjelang momentum Hari Buruh Internasional. Ia meminta anggota Polri mengedepankan pendekatan humanis dan tidak menjadi pemicu konflik saat melakukan pengamanan aksi masyarakat.

“Jangan sampai anggota Polri justru menjadi sumber keributan di lapangan. Kedepankan komunikasi yang baik dan tindakan yang profesional,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Yusuf turut mengklarifikasi maraknya aksi penipuan yang mencatut namanya melalui pesan WhatsApp. Ia menegaskan tidak pernah meminta sesuatu kepada siapa pun melalui pesan pribadi maupun komunikasi tidak resmi.

“Saya tegaskan, saya tidak pernah melakukan hal tersebut. Jika ada yang menghubungi mengatasnamakan saya untuk meminta sesuatu, segera laporkan ke staf pribadi atau langsung kepada saya,” tegasnya.

Apel perdana tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen Wakapolda Kaltara dalam membangun institusi Polri yang bersih, profesional, dan humanis di tengah tantangan kamtibmas yang semakin kompleks.

“Kita harus menjaga marwah institusi dengan bekerja secara jujur, profesional, dan selalu hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat,” pungkasnya. (rdk)

Wira

Recent Posts

Warga RW 04 Dusun Tangunan dan Mahasiswa UMM Saling Belajar

SIDOARJO – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Bulang,…

3 hari ago

Dari Bermain hingga Mendongeng, Play On Anak Krian 2 Hidupkan Literasi Anak Krian

KRIAN, SIDOARJO - Play On Anak Krian 2 menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak melalui…

2 minggu ago

Literasi Tak Cukup Dibaca, Gol A Gong dan Muhari AS Dorong Mahasiswa Berkarya

BANGKALAN — Budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi perhatian melalui Seminar Nasional bertajuk…

3 minggu ago

Menjaga Ilmu, Menumbuhkan Karakter: Ikhtiar Pendidikan bagi 11 Anak Yatim Dhuafa

SIDOARJO — Pendidikan nonformal menjadi salah satu ruang penting dalam membantu anak-anak mendapatkan pendampingan belajar…

3 minggu ago

Polemik Kontrak Publikasi di Pemkab Malinau, SMSI Kaltara Ingatkan Kepatuhan pada UU Pers dan Standar Dewan Pers

TANJUNG SELOR – Polemik kontrak publikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau kepada perusahaan media berbadan hukum…

3 minggu ago

Dari Ruang Baca Nyaris Sunyi, Mahasiswa ITS Hidupkan Harapan Literasi di Desa Bulang

Perpustakaan Asheeqa Ilmi Desa Bulang Jadi Lokasi KKN Tematik Literasi ITS, Seribu Buku Dikatalogkan dan…

4 minggu ago