Categories: BULUNGAN

Bupati Bulungan Pastikan Tiga Rumah Adat Bakal Dibangun di Kebun Raya Bundayati Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Penyempuranaan kawasan Kebun Raya Bundayati di Tanjung Selor, terus digenjot Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan ini. Tahun ini, tiga rumah adat yakni suku Tidung, Bulungan dan Dayak akan segera di bangun.

Informasi ini disampaikan secara resmi Bupati Bulungan, Syarwani ketika berdiskusi dengan sejumlah awak media, baru-baru ini. Menurutnya, kehadiran rumah adat di Kebun Raya Bundayati akan melenngkapi ragam fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung.

“Tahun ini kita akan bangun tiga rumah adat dari suku-suku yang ada di Kabupaten Bulungan. Yaitu suku Tidung, Bulungan dan Dayak,” ungkap Syarwani.

Dia menjelaskan, sentuhan budaya di kawasan kebun raya akan menjadi zona edukasi bagi anak-anak maupun pengunjung. Berbagai kegiatan literasi seperti study camp maupun kunjung anak-anak sekolah, mulai rutin digelar di kawasan tersebut.

Menurut data kunjungan, disampaikan Syarwani, Kebun Raya Bundayati mencatat kunjungan rata-rata 300 sampai dengan 400 pengunjung setiap harinya. Angka kunjungan akan jauh meningkat apabila di hari-hari libur bersama maupun di akhir pekan.

“Tarif masuk saat ini belum diberlakukan. Perlu saya sampaikan bawah, kebun raya ini adalah milik masyarakat Kabupaten Bulungan. Jadi harapannya, mari sama-sama kita jaga,” ajak bupati.

Kehadiran berbagai fasilitas di kebun raya menjadi magnet baru di Tanjung Selor. Pengunjung yang berdatangan berasal dari berbagai daerah di Kaltara maupun luar Kaltara. Bagi masyarakat lokal, kawasan kebun raya sudah menjadi tempat olahraga rutin maupun sekedar berwisata di penghujung minggu.

“Kawasan kebun raya akan menjadi tempat silaturahmi antar warga. Dengan sering bertemu dan bersapa, warga akan semakin akrab dan saling mengenal. Jadi fungsinya cukup banyak,” ucap Syarwani,

Luas kawasan Kebun Raya Bundayati sekitar 86 hektarr (ha). Secara berkala, Pemkab Bulungan melengkapi fasilitas penunjang seperti area pejalan kaki, taman edukasi, Ampi Teater, danau, anjungan foto, kawasan pameran dan masih banyak fasilitas lainnya. Letak kebun raya ini juga berada persis di tengah-tengah jantung kota Tanjung Selor. (adv/bin)

Wira

Recent Posts

Warga RW 04 Dusun Tangunan dan Mahasiswa UMM Saling Belajar

SIDOARJO – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Bulang,…

4 hari ago

Dari Bermain hingga Mendongeng, Play On Anak Krian 2 Hidupkan Literasi Anak Krian

KRIAN, SIDOARJO - Play On Anak Krian 2 menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak melalui…

2 minggu ago

Literasi Tak Cukup Dibaca, Gol A Gong dan Muhari AS Dorong Mahasiswa Berkarya

BANGKALAN — Budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi perhatian melalui Seminar Nasional bertajuk…

3 minggu ago

Menjaga Ilmu, Menumbuhkan Karakter: Ikhtiar Pendidikan bagi 11 Anak Yatim Dhuafa

SIDOARJO — Pendidikan nonformal menjadi salah satu ruang penting dalam membantu anak-anak mendapatkan pendampingan belajar…

3 minggu ago

Polemik Kontrak Publikasi di Pemkab Malinau, SMSI Kaltara Ingatkan Kepatuhan pada UU Pers dan Standar Dewan Pers

TANJUNG SELOR – Polemik kontrak publikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau kepada perusahaan media berbadan hukum…

3 minggu ago

Dari Ruang Baca Nyaris Sunyi, Mahasiswa ITS Hidupkan Harapan Literasi di Desa Bulang

Perpustakaan Asheeqa Ilmi Desa Bulang Jadi Lokasi KKN Tematik Literasi ITS, Seribu Buku Dikatalogkan dan…

4 minggu ago