Categories: POLITIKTARAKAN

TPA Juata Kerikil Nyaris Penuh, DPRD Tarakan Usul Sampah Diolah Jadi Bahan Bakar RDF

TARAKAN – Komisi III DPRD Kota Tarakan melakukan kunjungan lapangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Juata Kerikil, Rabu (18/2/2026). Dalam kunjungan didampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan perwakilan Kecamatan Tarakan Utara tersebut, Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, menyoroti kondisi TPA yang sudah hampir mencapai kapasitas maksimal.

“Setelah kita RDP, kita dapat informasi dari teman-teman DLH bahwa TPA Juata Kerikil ini sudah penuh. Padahal ini baru dibuka beberapa waktu lalu. Tadi saya bersama teman-teman langsung meninjau lokasi, ternyata memang hampir penuh,” ujar Randy.

Meskipun tahun ini pemerintah sudah menganggarkan pembangunan sel (bak penampungan) baru, Randy menilai perlu adanya solusi jangka panjang agar lahan TPA seluas 50 hektar tersebut tidak habis hanya untuk menimbun sampah.

Sebagai solusi, Politisi PKB mengusulkan penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Teknologi ini mengolah sampah melalui proses pencacahan dan pengeringan hingga menjadi butiran atau blok yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

“Kami sudah bertemu dengan salah satu pengelola sampah di bandara Soekarno-Hatta. Mereka menyarankan pengolahan sampah menjadi RDF. Ini inovasi bagus, menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT),” jelasnya.

la menjelaskan mekanisme kerjanya, sampah akan dicacah dan dibentuk menjadi kotak-kotak untuk bahan bakar industri, seperti pabrik semen. Hasil olahan RDF rencananya akan dikirim ke pabrik-pabrik semen di Pulau Jawa atau perusahaan besar yang diwajibkan menggunakan energi hijau oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

RDF memiliki nilai jual. Randy memperkirakan harga RDF berada di kisaran Rp 300.000 per ton. Jika Tarakan mampu memproduksi 20 ton per hari, hal ini bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Randy mengakui implementasi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk pembangunan hanggar dan pembelian mesin pengolah. Namun, ia optimis kalkulasi jangka panjangnya akan menguntungkan kota.

“Saya sebenarnya masih ancang-ancang soal nilai investasinya, yang jelas kita harus bangun hanggar dan beli mesin. Tapi kalau kalkulasinya baik untuk jangka panjang, saya rasa tidak masalah,” katanya.

Terkait operasional, Randy lebih condong jika pengolahan ini dikelola secara profesional, bahkan membuka opsi kerja sama dengan pihak swasta agar lebih paten.

“Nanti saya akan komunikasikan dengan Kepala Daerah (Wali Kota) bagaimana ini bisa diterapkan. Di daerah lain seperti Kabupaten Paser sudah mulai. Kita jangan sampai terlambat,” pungkasnya.

Perlu diketahui, saat ini volume sampah yang masuk ke TPA Juata Kerikil diperkirakan mencapai 100 ton per hari. Selain potensi RDF, DPRD juga melirik pengolahan residu menggunakan insinerator dan pengolahan sampah organik menjadi pupuk. (adm)

Wira

Recent Posts

TBM Pijakan Ilmu Buktikan TBM Bisa Jadi Ruang Belajar dan Kolaborasi Ekonomi Kreatif

SIDOARJO— Langit malam menjadi ruang belajar bagi anak-anak sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat. Sebanyak 112…

3 hari ago

Bukan Sekadar Main Domino, H. Ladullah Dorong Orado Jadi Olahraga Strategi di Nunukan

NUNUKAN - Dorongan pengembangan Olahraga Domino terus digaungkan Ketua Orado Nunukan, H. Ladullah. Ajakan itu…

3 hari ago

Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam

MOJOKERTO— Secangkir kopi di tengah alam ternyata bisa menjadi pintu masuk menuju percakapan tentang pengalaman,…

3 hari ago

Fraksi PKS Soroti RAPBD Perubahan Kaltara 2026, Begini Catatan dan Rekomendasi Fraksi PKS

TANJUNG SELOR – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Utara meminta Pemerintah Provinsi Kaltara…

6 hari ago

Mantapkan Persiapan HUT ke-27: Hiburan Paras Fest, Hadirkan Artis Ibu Kota

‎NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan mengadakan Rapat Pemantapan Persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan…

6 hari ago

Pemerintah Terbitkan 100 Kartu Disabilitas, Dukung Pemenuhan Hak Akses Layanan Publik

NUNUKAN – Penyandang disabilitas di Kabupaten Nunukan kini mendapatkan identitas resmi untuk mendukung pemenuhan hak…

6 hari ago