Categories: POLITIKTARAKAN

Respon Kepenuhan TPA Juwata Kerikil, Randy Ramadhana Dorong Pengolahan RDF

TARAKAN – Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana, mendorong penerapan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai solusi pengelolaan sampah menyusul cepatnya kepenuhan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Juwata Kerikil.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Dinas Lingungan Hidup (DLH) serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TPA yang baru beroperasi sekitar September tahun lalu itu kini sudah hampir mencapai kapasitas maksimal.

“Setelah RDP kemarin, kami mendapat informasi bahwa TPA Juwata Kerikil sudah hampir penuh. Kami turun langsung ke lokasi dan memang kondisinya hampir penuh, meskipun tahun ini direncanakan pembangunan sel baru,” ujarnya, Rabu (18/2/26).

Menurut Randy, pemanfaatan lahan seluas sekitar 50 hektare tidak dapat sepenuhnya diisi sel pembuangan. Karena itu, Komisi III mulai mencari metode pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Salah satu opsi yang dikaji adalah pengolahan sampah menjadi RDF, yakni bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Gagasan tersebut muncul setelah Komisi III berdiskusi dengan pihak pengelola sampah yang berpengalaman menangani limbah skala besar.

“RDF ini mengolah sampah menjadi bahan bakar. Ini inovasi yang baik, tetapi tentu harus memenuhi aturan dan regulasi yang berlaku,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam proses RDF, sampah dipilah dan dicacah, kemudian diolah menjadi bentuk padat yang dapat digunakan sebagai bahan bakar industri, terutama pabrik semen yang telah banyak memanfaatkan energi alternatif.

Randy menilai penerapan RDF berpotensi menjadi solusi jangka panjang karena tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa rencana tersebut masih memerlukan kajian teknis, regulasi, dan perhitungan investasi.

“Kita perlu data yang konkret sebelum dilaporkan secara resmi kepada kepala daerah. Kalau kalkulasinya baik untuk jangka panjang, tentu ini bisa menjadi solusi yang bermanfaat,” jelasnya.

Selain aspek teknis, ia menekankan pentingnya perencanaan matang terkait pembangunan fasilitas pendukung dan pengadaan mesin pengolahan. Ia juga membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak profesional guna memastikan pengelolaan berjalan optimal.

Randy berharap inovasi pengelolaan sampah ini dapat menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

“Harapannya, barang yang selama ini kita buang justru bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat,” pungkasnya. (bin)

Wira

Recent Posts

TBM Pijakan Ilmu Buktikan TBM Bisa Jadi Ruang Belajar dan Kolaborasi Ekonomi Kreatif

SIDOARJO— Langit malam menjadi ruang belajar bagi anak-anak sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat. Sebanyak 112…

3 hari ago

Bukan Sekadar Main Domino, H. Ladullah Dorong Orado Jadi Olahraga Strategi di Nunukan

NUNUKAN - Dorongan pengembangan Olahraga Domino terus digaungkan Ketua Orado Nunukan, H. Ladullah. Ajakan itu…

3 hari ago

Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam

MOJOKERTO— Secangkir kopi di tengah alam ternyata bisa menjadi pintu masuk menuju percakapan tentang pengalaman,…

3 hari ago

Fraksi PKS Soroti RAPBD Perubahan Kaltara 2026, Begini Catatan dan Rekomendasi Fraksi PKS

TANJUNG SELOR – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Utara meminta Pemerintah Provinsi Kaltara…

6 hari ago

Mantapkan Persiapan HUT ke-27: Hiburan Paras Fest, Hadirkan Artis Ibu Kota

‎NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan mengadakan Rapat Pemantapan Persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan…

6 hari ago

Pemerintah Terbitkan 100 Kartu Disabilitas, Dukung Pemenuhan Hak Akses Layanan Publik

NUNUKAN – Penyandang disabilitas di Kabupaten Nunukan kini mendapatkan identitas resmi untuk mendukung pemenuhan hak…

6 hari ago