Categories: TARAKAN

Anggota DPRD Tarakan Datangi 2 Sekolah Penerima MBG

TARAKAN – Anggota Komisi II DPRD Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara, lakukan uji petik turun langsung ke sekolah penerima program makan bergizi gratis ( MBG ), pada Selasa (10/2/2026).

Ada dua sekolah yang didatangi anggota DPRD Tarakan. Sekolah pertama yakni direncanakan di SMPN 1.

Selanjutnya SDN yang berada di Sebengkok. Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar sehari sebelumnya, pada Senin (9/2/2026) sore.

Selain sejumlah anggora Komisi II DPRD Tarakan, hadir juga Disdik Tarakan, dan perwakilan SPPG. Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino, mengatakan hari ini pihaknya melakukan uji petik di beberapa sekolah, untuk melihat secara langsung pelaksanaan MBG di lapangan.

“Hari ini kita uji petik SMPN 1 dan SDN Sebengkok,” kata Simon. Ia menjelaskan, uji petik ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari distribusi hingga kualitas makanan yang diterima siswa.

“Uji petik mau lihat pelaksanaan di lapangan, seperti apa dan makanan kondisinya seperti apa, dan standarnya seperti apa dari BGN,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Tarakan juga ingin memastikan kesesuaian antara laporan di atas kertas dengan kondisi riil di lapangan.

“Nah itu kita mau tahu, kita mau periksa di lapangan apakah sesuai.
Ia ingin melihat sampai di mana distribusinya seperti apa. Apa saja dimakan. Sumber makanan dari mana dan kualitas makanan,” jelas Simon.

Simon juga menyinggung adanya informasi yang sempat beredar terkait pemberian biskuit gabin kepada siswa di salah satu sekolah. Informasi tersebut menjadi salah satu perhatian DPRD Tarakan dalam melakukan uji petik.

“Karena awalnya ada juga informasi dikasih biskuit gabin. Setelah dikonfirmasi ada persiapan menu sesuai aturan, dan karena ada informasi basi jadi diganti hari itu juga,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dalam beberapa bulan terakhir sebenarnya sudah tidak ada keluhan terkait program MBG. “Beberapa bulan terakhir tidak ada keluhan lagi,” jelasnya.

Dalam RDP yang digelar sehari sebelumnya, Simon secara terbuka mengakui bahwa DPRD Tarakan merasa kurang optimal dalam melakukan pengawasan, terhadap pelaksanaan program MBG.

Ia secara langsung dalam pertemuan mengakui DPRD Tarakan merasa lepas dari pengawasan selama ini. Sehingga pertemuan kemarin ingin dilakukan penggalian data penyebab, mengapa masih ada wilayah belum terakomodir.

Menurut Simon, salah satu penyebab belum meratanya pelaksanaan MBG di sejumlah wilayah, adalah kesiapan dapur penyedia makanan. “Ini berdasarkam informasi dihimpun dari SPPG,” pungkasnya. (adm)

Wira

Recent Posts

Dihadiri Sejumlah Kepala Daerah, PB Porwada II Kaltara Matangkan Opening Ceremony

NUNUKAN – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kalimantan Utara (Kaltara) terus…

6 jam ago

Gubernur Ajak Generasi Muda Jaga Nilai Budaya Dayak Kenyah Temengang Iwan

BULUNGAN – Iringan musik tradisional, tarian adat dan warna-warni busana khas Dayak Kenyah memenuhi Lapangan…

1 hari ago

Kaltara Perkuat Perlindungan Mangrove Melalui Forest Programme VI

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat komitmen dalam perlindungan dan pengelolaan…

1 hari ago

MTQ X Kaltara Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani

MALINAU – Gema bedug berpadu dengan lantunan takbir menggema di Panggung Budaya Padan Liu Burung,…

1 hari ago

Peringati Harganas ke-33, Gubernur Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga Hadapi Era Digital

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengajak…

2 hari ago

DKISP Kaltara Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Keamanan Digital

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan…

4 hari ago