Categories: BULUNGAN

Tingkatkan PAD, Bulungan Genjot Retribusi Parkir dan Jasa Pelabuhan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus memacu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor retribusi parkir dan pengelolaan jasa kepelabuhanan.

‎Hal itu dibahas dalam rapat evaluasi perparkiran dan jasa pelabuhan yang dipimpin Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd.,M.Si dan Wakil Bupati Kilat.,A.Md, Asisten Bidang Perekonomian, Plt Inspektur Inspektorat, Kadis Perhubungan beserta jajarannya, di ruang rapat Bupati Bulungan, Selasa (24/2/2026).

‎Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syarwani menegaskan pentingnya langkah konkret untuk menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

‎Mengenai adanya potensi penerimaan daerah yang selama ini terkesan diabaikan. ‎Menanggapi hal itu, ia menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan untuk segera melakukan evaluasi dan rencana revisi terhadap Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 39 yang mengatur skema bagi hasil 40-60 dengan pengelola perparkiran.

‎​”Perbup itu bukan barang haram untuk diubah. Kita harus mengikuti dinamika yang ada hari ini,” ujar Syarwani.

‎Menariknya, mantan Ketua DPRD periode 2014 – 2019 Bulungan ini meminta agar kajian revisi aturan tersebut tidak perlu menggunakan jasa tim independen yang memakan biaya besar. ‎Ia mendorong pemanfaatan data sekunder yang dimiliki Dishub selama rentang tahun 2023 hingga 2026 sebagai basis landasan kebijakan.

‎​”Saya yakin data rekan-rekan Dishub cukup representatif dan valid untuk menjadi referensi. Kita harus bisa mempertanggungjawabkan hasil data tersebut agar tidak disorot BPK lagi karena dianggap membuang-buang anggaran untuk kajian yang tidak faktual,” tegasnya.

‎​Di sisi lain, Syarwani juga menyinggung optimalisasi Pelabuhan Kayan VI. ‎Ia meminta Dishub menyusun skema pengelolaan yang matang, termasuk melihat potensi bongkar muat barang yang selama ini disinyalir masih banyak bocor melalui dermaga jety tidak resmi.

‎”Intinya kita minimalisir potensi loss (tidak masuk sistem). Semua harus masuk dalam sistem agar kontribusinya terhadap daerah jelas,” pungkasnya. (bin)

Wira

Recent Posts

Dari Bermain hingga Mendongeng, Play On Anak Krian 2 Hidupkan Literasi Anak Krian

KRIAN, SIDOARJO - Play On Anak Krian 2 menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak melalui…

1 minggu ago

Literasi Tak Cukup Dibaca, Gol A Gong dan Muhari AS Dorong Mahasiswa Berkarya

BANGKALAN — Budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi perhatian melalui Seminar Nasional bertajuk…

2 minggu ago

Menjaga Ilmu, Menumbuhkan Karakter: Ikhtiar Pendidikan bagi 11 Anak Yatim Dhuafa

SIDOARJO — Pendidikan nonformal menjadi salah satu ruang penting dalam membantu anak-anak mendapatkan pendampingan belajar…

3 minggu ago

Polemik Kontrak Publikasi di Pemkab Malinau, SMSI Kaltara Ingatkan Kepatuhan pada UU Pers dan Standar Dewan Pers

TANJUNG SELOR – Polemik kontrak publikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau kepada perusahaan media berbadan hukum…

3 minggu ago

Dari Ruang Baca Nyaris Sunyi, Mahasiswa ITS Hidupkan Harapan Literasi di Desa Bulang

Perpustakaan Asheeqa Ilmi Desa Bulang Jadi Lokasi KKN Tematik Literasi ITS, Seribu Buku Dikatalogkan dan…

3 minggu ago

Merawat Ingatan, Menumbuhkan Kreativitas: Catatan Hari Anak Nasional 2026

JAWA TIMUR - Semangat Hari Anak Nasional 2026 terasa begitu hidup di halaman Balai Kota…

3 minggu ago