TARAKAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino, S.H., secara tegas meminta Dinas Pendidikan Kota Tarakan untuk segera merampungkan dan menyerahkan data detail mengenai sekolah tingkat SD dan SMP yang hingga saat ini belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam rapat dengar pendapat yang digelar pada Senin (9/2) di Ruang Pertemuan DPRD Kota Tarakan, Simon mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan adanya celah pengawasan yang menyebabkan sejumlah sekolah, khususnya sekolah swasta atau mitra, belum terlayani oleh program nasional tersebut.
“Saya minta Dinas Pendidikan menyiapkan data sekolah mana saja yang sampai hari ini belum terima program MBG, itu yang pertama saya tekankan,” ujar Simon Patino saat memberikan keterangan usai memimpin rapat evaluasi tersebut.
Ia mengakui bahwa masih ada sekolah yang terlewatkan dalam pendistribusian program, sehingga sinkronisasi data menjadi hal yang mendesak untuk segera dilakukan agar tidak ada siswa yang tertinggal.
Selain masalah pendataan, Simon juga menyoroti kendala teknis yang dihadapi di wilayah pesisir seperti Pantai Amal dan Tanjung Pasir yang hingga kini belum memiliki dapur umum yang beroperasi di dekat lokasi sekolah. Salah satu faktor penghambat yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah kurangnya tenaga ahli gizi yang menjadi syarat operasional dapur mitra.
“Kita harus tahu masalahnya, apakah tenaga ahli gizi di Tarakan ini memang sudah habis atau seperti apa, karena jangan sampai pihak pengelola diam saja jika memang tidak mampu, sementara anak-anak kita terus menunggu kepastian program ini,” tegas Simon.
Ia menambahkan bahwa Komisi II akan segera memanggil pihak Korwil SPPG untuk mempertanyakan komitmen dan kendala dapur-dapur yang sudah ditunjuk namun belum kunjung beroperasi.
Sebagai bentuk pengawasan langsung, Simon menyatakan bahwa jajaran Komisi II akan melakukan uji petik ke beberapa sekolah, seperti SMP 1 dan wilayah Sebengkok, guna memantau kesiapan infrastruktur di lapangan.
“Ini adalah program nasional yang harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah kita di Tarakan, sehingga kita harus duduk bersama mencari solusi atas setiap hambatan yang ada,” pungkas Simon Patino. (nul)
SIDOARJO— Langit malam menjadi ruang belajar bagi anak-anak sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat. Sebanyak 112…
NUNUKAN - Dorongan pengembangan Olahraga Domino terus digaungkan Ketua Orado Nunukan, H. Ladullah. Ajakan itu…
MOJOKERTO— Secangkir kopi di tengah alam ternyata bisa menjadi pintu masuk menuju percakapan tentang pengalaman,…
TANJUNG SELOR – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Utara meminta Pemerintah Provinsi Kaltara…
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan mengadakan Rapat Pemantapan Persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan…
NUNUKAN – Penyandang disabilitas di Kabupaten Nunukan kini mendapatkan identitas resmi untuk mendukung pemenuhan hak…