TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Kaltara mendorong Pemprov Kaltara memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
Ia menilai perlu adanya gerakan pengendalian inflasi yang melibatkan seluruh perangkat pemerintah daerah hingga tingkat kabupaten/kota. “Menjelang akhir tahun, pola inflasi biasanya meningkat karena permintaan tinggi. Pemerintah harus lebih sigap memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi komoditas penting,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah komoditas seperti beras, cabai, bawang merah, daging ayam, dan telur berpotensi mengalami lonjakan harga jika tidak diantisipasi sejak dini. Karena itu, ia meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk bergerak cepat melalui pemantauan lapangan yang lebih intensif.
“Koordinasi antar instansi harus diperkuat. Jangan sampai ada keterlambatan informasi yang menimbulkan spekulasi pasar,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menyiapkan opsi intervensi pasar, mulai dari operasi pasar murah, stabilisasi pasokan pangan hingga dukungan logistik untuk wilayah perbatasan dan pedalaman yang selama ini rentan gejolak harga.
“Stabilitas harga kebutuhan pokok harus menjadi prioritas karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah harus hadir dengan langkah konkret, bukan menunggu harga terlanjur melonjak,” pungkasnya. (ADV)
TANJUNG SELOR – Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…
TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menyambut kunjungan…
BULUNGAN - Realisasi hasil panen padi tahun 2025 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) khususnya pada Kabupaten…
Gubernur atau kepala daerah tingkat provinsi adalah merupakan instrumen kelembagaan pembangunan yang merupakan kepanjangan Pemerintah…
SEBATIK - Kegiatan outbound Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan mengusung tema "Membaca Bumi, Merawat Lingkungan"…
NUNUKAN – Kegiatan Fun Run Energi Baru A.07 yang digelar di Alun-alun Kota Nunukan, Sabtu…