TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur pendidikan di wilayah perbatasan harus menjadi prioritas utama pemerintah.
Ia menyebut langkah tersebut mendesak untuk memastikan anak-anak di kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T) memperoleh layanan pendidikan yang setara dengan daerah lainnya.
Menurut Djufrie, fasilitas pendidikan di perbatasan seperti Nunukan, Krayan, dan wilayah pedalaman Bulungan masih menghadapi keterbatasan, baik dari sisi bangunan sekolah, ketersediaan tenaga pengajar, maupun akses transportasi.
“Pemerataan infrastruktur pendidikan di kawasan perbatasan adalah kebutuhan mendesak. Anak-anak di wilayah 3T berhak mendapatkan layanan pendidikan yang sama dengan daerah perkotaan,” ujarnya.
Ia mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten untuk mempercepat pembangunan sarana pendidikan, termasuk ruang kelas baru, perumahan guru serta fasilitas penunjang seperti jaringan internet. Djufrie menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kaltara di masa depan.
“Kalau kita bicara pembangunan manusia, maka pendidikan adalah fondasinya. Karena itu, pemerataan fasilitas pendidikan di 3T harus dipercepat,” pungkasnya.
TANJUNG SELOR – Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…
TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menyambut kunjungan…
BULUNGAN - Realisasi hasil panen padi tahun 2025 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) khususnya pada Kabupaten…
Gubernur atau kepala daerah tingkat provinsi adalah merupakan instrumen kelembagaan pembangunan yang merupakan kepanjangan Pemerintah…
SEBATIK - Kegiatan outbound Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan mengusung tema "Membaca Bumi, Merawat Lingkungan"…
NUNUKAN – Kegiatan Fun Run Energi Baru A.07 yang digelar di Alun-alun Kota Nunukan, Sabtu…