Categories: KALTARAPOLITIK

TKD Merosot, DPRD Minta Pemprov Konsultasi ke Kemenkeu dan DJPK

TANJUNG SELOR – Penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat menjadi sorotan DPRD Kaltara. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kaltara, H. Alimuddin.

Alimuddin menilai pemotongan alokasi TKD tahun berjalan menunjukkan kurangnya sensitivitas pusat terhadap kebutuhan fiskal daerah perbatasan. “Penurunan ini terutama disebabkan oleh pemotongan TKD, termasuk penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH) dan perubahan formula transfer nasional,” ujar Alimuddin.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak mencerminkan urgensi dan karakteristik Kaltara sebagai wilayah frontier. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat seharusnya memahami kondisi fiskal daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain.

“Kaltara adalah provinsi strategis, bukan provinsi pinggiran dan kebijakan fiskal nasional harus mencerminkan hal itu,” ungkapnya.

Ia mendesak Pemprov Kaltara untuk menyampaikan data terbuka atas pemotongan tersebut. “Kami meminta Pemprov menjelaskan komponen TKD yang dipotong dan berapa besarannya, termasuk dampaknya terhadap pembangunan infrastruktur, layanan publik, belanja wajib dan program prioritas daerah,” katanya.

Ia menambahkan, transparansi fiskal diperlukan agar masyarakat mengetahui kondisi keuangan daerah secara jujur. Alimuddin menilai kondisi ini tidak bisa disikapi biasa saja. “Pemotongan TKD bukan hal kecil—ini menyentuh langsung kapasitas pembangunan daerah. Karena itu, penanganannya harus strategis, terukur, dan tegas, bukan sekadar penyesuaian rutin,” ujarnya.

Ia kemudian mendesak Gubernur Kaltara untuk segera mengambil langkah konkret. “Pemerintah daerah harus melakukan negosiasi dan konsultasi resmi ke Kemenkeu, DJPK dan kementerian terkait untuk meminta kejelasan dan, bila perlu, peninjauan kembali perhitungan DBH bagi Kaltara,” tegasnya.

Selain itu, mendorong adanya konsolidasi regional. Pemprov perlu menggalang dukungan provinsi se-Kalimantan untuk menyampaikan posisi bersama serta memanfaatkan jalur komunikasi politik dengan DPR RI—terutama komisi keuangan, Banggar, dan DPD RI.

“Saya berharap langkah-langkah tersebut dapat mengembalikan hak fiskal Kaltara dan memastikan pembangunan daerah tidak terhambat akibat kebijakan pusat,” pungkasnya. (adv)

Wira

Recent Posts

Di Balik Gelap Goa Berlapis, Tersimpan Harapan Baru Pariwisata Kaltara

TANJUNG SELOR – Hutan Gunung Seriang masih menyimpan embun ketika rombongan mulai melangkah menyusuri jalan…

2 hari ago

Gubernur Buka Musdalub DAD, Perkuat Persatuan dan Peran Adat dalam Pembangunan

TANJUNG SELOR – Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa…

4 hari ago

Open House Iduladha, Gubernur Kaltara Ajak Warga Perkuat Silaturahmi

TANJUNG SELOR – Usai menunaikan Salat Iduladha, halaman Kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) dipenuhi masyarakat…

5 hari ago

Gubernur Salat Iduladha Bersama Warga, Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., melaksanakan…

6 hari ago

Kaltara Tetapkan RAD Pangan dan Gizi, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M.,…

1 minggu ago

Pemprov Siapkan 59 Sapi Kurban untuk Iduladha 1447 H, Tersebar di Seluruh Daerah

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan 59 ekor sapi kurban untuk…

1 minggu ago