Categories: KALTARAPOLITIK

DPRD Kaltara Minta Pendataan Ulang Petani Rakyat untuk Dongkrak PAD

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara meminta Pemprov Kaltara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara melakukan pendataan ulang terhadap petani mandiri atau petani rakyat.

Pendataan ini menyasar petani kelapa sawit, petani kakao serta komoditas potensial lainnya yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muhammad Nasir menegaskan pentingnya pembaruan basis data sebagai pijakan kebijakan yang lebih akurat. “Selama ini masih banyak petani rakyat yang belum masuk dalam data pemerintah secara menyeluruh. Padahal mereka memiliki kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah, terutama di sektor sawit dan kakao,” ujarnya.

Menurut Nasir, validitas data menentukan langkah pemerintah dalam merancang program, mulai dari pemberian bantuan, peningkatan produksi, hingga pengembangan hilirisasi komoditas. “Kalau datanya tidak lengkap, maka sulit bagi pemerintah menentukan intervensi apa yang paling tepat. Begitu juga untuk menghitung potensi PAD dari sektor ini, tentu harus berbasis data yang mutakhir,” tegasnya.

Ia juga menilai pendataan petani dan luasan lahan yang akurat dapat membuka peluang pendapatan daerah baru. “Kita ingin memastikan komoditas mana yang harus diperkuat, mana yang perlu pembinaan, dan mana yang berpeluang menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah,” ucapnya.

Nasir berharap pemerintah tidak menunda langkah pendataan tersebut, mengingat sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Kaltara. “Kita ingin sektor pertanian tidak hanya dilihat sebagai sektor pelengkap, tetapi sebagai salah satu penopang utama ekonomi Kaltara,” tuturnya.

Ia menegaskan DPRD siap mendukung penuh jika pemerintah menjalankan pendataan secara serius dan sistematis. “Dengan data yang akurat, pemerintah tidak hanya dapat memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mengoptimalkan potensi PAD di tengah tantangan fiskal daerah,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, Nasir meminta DPKP Kaltara menggandeng perangkat daerah terkait hingga pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan proses pendataan berjalan cepat dan menyentuh seluruh kelompok petani rakyat. “Jangan sampai ada potensi besar yang tidak terdata dan akhirnya tidak memberi manfaat bagi daerah,”pungkasnya. (adv)

Wira

Recent Posts

Pemprov Kaltara Himbau PT. KIPI Serap Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

17 jam ago

Pemprov Teken Kerjasama Kementerian PPPA, Perkuat Sinergi Program Perlindungan Perempuan dan Anak

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menyambut kunjungan…

5 hari ago

Panen Padi Capai Target, Komitmen Penuh Pemerintah Mendukung Swasembada Pangan Nasional

BULUNGAN - Realisasi hasil panen padi tahun 2025 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) khususnya pada Kabupaten…

6 hari ago

Prof Yuddy Chrisnandi: Gubernur Harus Searah dengan Program Pemerintah Pusat

Gubernur atau kepala daerah tingkat provinsi adalah merupakan instrumen kelembagaan pembangunan yang merupakan kepanjangan Pemerintah…

1 minggu ago

TBM PADU dan TBM GUPER Gelar Outbound Petualangan Literasi di Alam Terbuka

SEBATIK - Kegiatan outbound Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan mengusung tema "Membaca Bumi, Merawat Lingkungan"…

1 minggu ago

Fun Run Energi Baru A.07 Dinilai Berpotensi Dorong Pembinaan Atlet Lari Lokal

NUNUKAN – Kegiatan Fun Run Energi Baru A.07 yang digelar di Alun-alun Kota Nunukan, Sabtu…

4 minggu ago