Categories: KALTARA

Rp 150 Miliar untuk Jembatan Malinau–Krayan, Kaltara Perkuat Logistik Perbatasan

TANJUNG SELOR — Pemprov Kaltara terus memperkuat konektivitas antar wilayah sebagai strategi utama mendorong pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan pembangunan di kawasan Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Kepala Bappeda dan Litbang Kaltara, Bertius menegaskan, akses transportasi menjadi kunci distribusi logistik dan pengembangan ekonomi pedalaman. “Akses yang terbatas selama ini menjadi hambatan besar bagi mobilitas barang dan pelayanan dasar di wilayah 3T,” ungkapnya.

Saat ini, pembangunan jalan menuju Krayan sedang berlangsung dengan target sepanjang 80 kilometer (km). Progres pekerjaan berada di kisaran 20–30 persen. “Kami menargetkan penyelesaiannya pada 2025 agar Krayan tak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca,”ujarnya.

Sebagai langkah memperkuat stabilitas harga dan pemerataan logistik, Pemprov Kaltara juga memperluas program Subsidi Ongkos Angkut (SOA). Di Kabupaten Malinau, dialokasikan anggaran Rp 72,2 miliar untuk mendukung transportasi udara, darat dan sungai sepanjang 2025.

“Program SOA menjadi intervensi penting agar harga bahan pokok di pedalaman tetap terjangkau,” kata Bertius.

Selain jalan darat, pembangunan jembatan penghubung Malinau–Krayan senilai Rp 150 miliar juga tengah digarap dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Keuangan. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi jalur distribusi utama dari dan menuju wilayah perbatasan.

“Dengan jembatan ini, ketergantungan pasokan barang dari negara tetangga bisa semakin berkurang,” jelasnya.

Pemprov Kaltara juga menuntaskan pembangunan Jalan Lingkar Krayan yang menghubungkan lima kecamatan di pedalaman. Meski begitu, sejumlah titik masih menghadapi kendala teknis, terutama di area jembatan dan kawasan dengan topografi ekstrem. “Medannya menantang, tapi pembangunan tetap berjalan sesuai rencana,” ucap Bertius.

Ia menegaskan bahwa pembangunan konektivitas bukan sekadar membangun jalan, tetapi menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi masyarakat. “Dengan akses transportasi, energi, dan komunikasi yang lebih baik, potensi pertanian, perikanan, hingga pariwisata di perbatasan akan tumbuh lebih cepat,” tegasnya.

Bertius menambahkan, kolaborasi lintas instansi dan dukungan kabupaten/kota tetap menjadi kunci percepatan. “Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kota. Sinergi antardaerah wajib diperkuat agar seluruh wilayah Kaltara merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (adv)

Wira

Recent Posts

Gubernur Buka Musdalub DAD, Perkuat Persatuan dan Peran Adat dalam Pembangunan

TANJUNG SELOR – Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa…

1 hari ago

Open House Iduladha, Gubernur Kaltara Ajak Warga Perkuat Silaturahmi

TANJUNG SELOR – Usai menunaikan Salat Iduladha, halaman Kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) dipenuhi masyarakat…

2 hari ago

Gubernur Salat Iduladha Bersama Warga, Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., melaksanakan…

3 hari ago

Kaltara Tetapkan RAD Pangan dan Gizi, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M.,…

4 hari ago

Pemprov Siapkan 59 Sapi Kurban untuk Iduladha 1447 H, Tersebar di Seluruh Daerah

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan 59 ekor sapi kurban untuk…

4 hari ago

Golkar Serahkan Hewan Kurban untuk 500 Petugas Kebersihan di Bulungan

TANJUNG SELOR – DPD Partai Golkar Kaltara menyalurkan bantuan hewan kurban dari Ketua Umum DPP…

4 hari ago