Categories: KALTARA

Luncurkan Sikompas, Bappeda-Litbang Kaltara Targetkan Pengentasan Kemiskinan 2,9 Persen

TANJUNG SELOR — Pemprov Kaltara mulai memacu strategi baru dalam menurunkan angka kemiskinan, seiring ditetapkannya dua Instruksi Presiden (Inpres).

Kepala Bappeda dan Litbang Kaltara, Bertius menegaskan, kebijakan tersebut menjadi momentum memperbaiki sistem penanggulangan kemiskinan secara lebih presisi dan terukur. “Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, serta Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan, menekankan pentingnya ketepatan sasaran. Itu yang kini menjadi fokus utama kami,” ujar Bertius.

Kedua Inpres tersebut mengusung tiga strategi. Mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan melalui pemberdayaan ekonomi, serta menekan keberadaan kantong-kantong kemiskinan di seluruh wilayah. Untuk memperkuat langkah itu, Pemprov Kaltara memperkenalkan terobosan baru bernama Sikompas Kaltara (Sinergi dan Kolaborasi Multi Poverty Alleviation Subject untuk Akselerasi Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara).

“Sikompas Kaltara menjadi respons kami terhadap tantangan penurunan angka kemiskinan yang belum signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kolaborasi menjadi kunci,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa angka kemiskinan Kaltara pada 2024 mencapai 6,32 persen, dan turun menjadi 5,54 persen pada Maret 2025. Namun angka tersebut masih perlu ditekan lebih jauh untuk mencapai target RPJMD Kaltara 2025–2029, yakni penurunan dari 5,07 persen pada 2025 menjadi 2,90 persen pada 2030.

“Penyebab kemiskinan tidak hanya ekonomi. Ada persoalan struktural seperti lemahnya integrasi program pemberdayaan perusahaan konsesi, basis data yang tidak akurat, dan ketiadaan data spasial-sosial yang terintegrasi. Ini yang harus dibenahi,” jelasnya.

Melalui Sikompas Kaltara, pemerintah ingin menciptakan wadah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, perbankan, lembaga swadaya masyarakat dan akademisi.

“Sikompas Kaltara akan menjadi payung besar untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dengan program pemberdayaan perusahaan di Kaltara. Dengan cara itu, dampaknya akan lebih terarah dan terukur,” pungkasnya. (adv)

Wira

Recent Posts

TBM Pijakan Ilmu Buktikan TBM Bisa Jadi Ruang Belajar dan Kolaborasi Ekonomi Kreatif

SIDOARJO— Langit malam menjadi ruang belajar bagi anak-anak sekaligus ruang tumbuh bagi masyarakat. Sebanyak 112…

3 hari ago

Bukan Sekadar Main Domino, H. Ladullah Dorong Orado Jadi Olahraga Strategi di Nunukan

NUNUKAN - Dorongan pengembangan Olahraga Domino terus digaungkan Ketua Orado Nunukan, H. Ladullah. Ajakan itu…

3 hari ago

Dari Secangkir Kopi ke Peluang Usaha: Pacet Adventure & Coffee Camp Bangun Ruang Belajar di Alam

MOJOKERTO— Secangkir kopi di tengah alam ternyata bisa menjadi pintu masuk menuju percakapan tentang pengalaman,…

3 hari ago

Fraksi PKS Soroti RAPBD Perubahan Kaltara 2026, Begini Catatan dan Rekomendasi Fraksi PKS

TANJUNG SELOR – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Utara meminta Pemerintah Provinsi Kaltara…

6 hari ago

Mantapkan Persiapan HUT ke-27: Hiburan Paras Fest, Hadirkan Artis Ibu Kota

‎NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan mengadakan Rapat Pemantapan Persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan…

6 hari ago

Pemerintah Terbitkan 100 Kartu Disabilitas, Dukung Pemenuhan Hak Akses Layanan Publik

NUNUKAN – Penyandang disabilitas di Kabupaten Nunukan kini mendapatkan identitas resmi untuk mendukung pemenuhan hak…

6 hari ago