Categories: KALTARA

Bappeda Kaltara Libatkan Dunia Usaha dalam Gerakan Pengentasan Kemiskinan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara mengambil langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan di daerah. Tak lagi semata mengandalkan program pemerintah, kini pemerintah menggandeng sektor swasta untuk memperkuat peran Corporate Social Responsibility (CSR) agar lebih terarah, strategis dan berkelanjutan.

Kepala Bappeda dan Litbang Kaltara, Bertius mengatakan dunia usaha memiliki potensi besar dalam mendorong pemerataan kesejahteraan, selama kontribusinya diarahkan pada sektor dan wilayah yang tepat.

“Kami ingin agar peran dunia usaha tidak sekadar formalitas CSR, tapi benar-benar menjadi bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan daerah. Karena itu, kami sedang menyiapkan sistem kolaborasi yang lebih terukur,” kata Bertius.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltara akan menggunakan Data Sosial Ekonomi Terpadu Nasional (DSE-TN) sebagai dasar pemetaan wilayah dan kelompok masyarakat penerima manfaat. Data tersebut akan disinergikan dengan wilayah operasi perusahaan, sehingga program CSR yang dijalankan menjadi lebih fokus dan berdampak langsung.

“Dengan basis data nasional yang valid, intervensi CSR bisa lebih tepat sasaran. Tidak tumpang tindih, dan hasilnya dapat diukur secara nyata,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bertius menegaskan bahwa bentuk CSR yang diharapkan bukan hanya berupa bantuan materi atau donasi sesaat, melainkan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang menciptakan kemandirian ekonomi.

“CSR harus diarahkan untuk pelatihan keterampilan, dukungan modal usaha mikro, serta pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih dan fasilitas kesehatan. Dengan begitu, dampaknya bisa dirasakan jangka panjang,” tegasnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari model kolaborasi pentahelix, yakni kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus membangun ekosistem pembangunan yang inklusif.

“Kita ingin membangun transformasi sosial dan ekonomi yang melibatkan semua pihak. Dengan kolaborasi pentahelix, pengentasan kemiskinan tidak lagi bersifat parsial, tetapi sistematis dan berkelanjutan,” tutupnya. (adv)

Wira

Recent Posts

Play On Anak Krian: Ruang Menemukan Potensi Anak

KRIAN, SIDOARJO — Setiap anak membutuhkan ruang untuk mencoba, berekspresi, dan mengenali potensi dirinya. Semangat…

2 hari ago

Pemkab Nunukan Salurkan Bantuan ke Perajin Lokal dan GTK PAUD

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten Nunukan menyerahkan sejumlah bantuan alat produksi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K)…

6 hari ago

Paras Fest 2026 Meriah, Syafiq DA8 dan Silet Open Up Hibur Warga di Tengah Hujan Deras

NUNUKAN - Gelaran Paras Fest 2026 di perayaan Hari Ulang Tahun ke 27 Kabupaten Nunukan…

6 hari ago

Upaya Eliminasi Malaria, Pemkab Nunukan Sambut Kunjungan Jabatan Kesihatan Negeri Sabah

NUNUKAN - Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Drs. H. Raden Iwan Kurniawan MAP menyambut kehadiran…

1 minggu ago

Jalan Krayan – Malinau Dibangun, Akses Keterisolasian Wilayah Kini Mudah Dijangkau

‎NUNUKAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Nunukan membangun jalan yang menghubungkan Krayan, Kabupaten Nunukan dengan Kabupaten…

1 minggu ago

Pemerintah Kabupaten Nunukan Harapkan Akses BBM Tepat Sasaran dan Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten Nunukan baru saja meresmikan penyaluran perdana Bahan Bakar Minyak (BBM) di…

1 minggu ago