Categories: KALTARA

Bappeda dan Litbang Kaltara Dorong Profesionalisme Perencana Lewat Uji Kompetensi JF

TANJUNG SELOR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kaltara menggelar Rapat Sosialisasi Pendaftaran dan Pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Perencana, Rabu (8/10).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda dan Litbang Kaltara Bertius dan diikuti oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian, Kasubag Tata Usaha, pejabat fungsional perencana serta calon peserta uji kompetensi yang turut bergabung secara daring.

Dalam sambutannya, Bertius menekankan pentingnya pemahaman terhadap seluruh ketentuan dan persyaratan pendaftaran uji kompetensi. “Termasuk penyusunan policy paper atau makalah kebijakan sebagai hasil kerja minimal yang menjadi bagian penting dalam proses penilaian,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pejabat dan calon JF Perencana di lingkungan Pemprov Kaltara semakin memahami pentingnya uji kompetensi sebagai bagian dari profesionalisme dan pengembangan karier. “Perencana harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, Pada sesi pertama, Pusbindiklatren Bappenas Rita Miranda memaparkan materi tentang tugas dan ruang lingkup Jabatan JF. Ia menjelaskan bahwa seorang perencana memiliki tanggung jawab mulai dari identifikasi masalah strategis pembangunan, penyusunan kebijakan hingga evaluasi pelaksanaan pembangunan.

“Untuk pengangkatan dalam JF Perencana melalui jalur promosi, pegawai harus memenuhi angka kredit kumulatif, lulus uji kompetensi jenjang jabatan, memiliki predikat kinerja minimal ‘Baik’, dan berijazah paling rendah Magister untuk jenjang Ahli Utama,” terangnya.

Rita menambahkan bahwa hasil kerja minimal (hasil kerja wajib) menjadi komponen utama dalam proses kenaikan jenjang jabatan. “Perencana Madya wajib menyusun policy paper yang dipublikasikan di media atau jurnal ber-ISSN, sementara Perencana Utama menghasilkan policy paper yang dimuat dalam jurnal bereputasi internasional atau jurnal nasional terindeks Sinta minimal peringkat 4,” ungkapnya.

Sesi kedua menghadirkan Dr. Guspika dari Bappenas, yang menegaskan pentingnya penyusunan karya tulis ilmiah bagi setiap peserta uji kompetensi. “Setiap peserta wajib menghasilkan karya ilmiah seperti laporan penelitian, artikel, opini, atau policy paper yang menampilkan kemampuan berpikir strategis dan analisis kebijakan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa makalah kebijakan harus mencerminkan kemampuan analisis masalah, metodologi yang tepat, serta rekomendasi yang solutif dan aplikatif. “Jangan langsung berpikir tentang solusi. Pahami dulu akar masalahnya secara utuh agar intervensi kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan publik,” tegas Guspika.

Lebih lanjut, ia menjelaskan peran strategis JF Perencana sebagai perumus kebijakan (policy analyst) dan penasihat pimpinan (strategic advisor) di berbagai jenjang. Ahli Pertama berperan operasional, fokus pada analisis data dan pelaksanaan kegiatan. Ahli Muda bersifat taktis, menitikberatkan pada analisis kuantitatif dan implementasi jangka pendek. Ahli Madya berperan strategis, dengan kemampuan berpikir holistik dan integratif. Ahli Utama bersifat direktif, berorientasi pada kebijakan jangka panjang dengan pendekatan kolaboratif.

“Saya mengingatkan bahwa pendaftaran daring uji kompetensi JF Perencana dibuka hingga 30 September 2025, sedangkan penyerahan berkas fisik paling lambat 27 Oktober 2025,” pungkasnya. (adv)

Wira

Recent Posts

Pemkab Bulungan Integrasikan Data Pajak dan Pertanahan

TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Badan Pertanahan…

9 jam ago

Bupati Sampaikan 3 Isu Strategis ke Ditjen Otonomi Daerah

TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si mengikuti kegiatan Reboan (Rembuk dan Bincang-bincang Otonomi…

9 jam ago

Tingkatkan PAD, Bulungan Genjot Retribusi Parkir dan Jasa Pelabuhan

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus memacu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya…

1 hari ago

Perpustakaan Desa Bulang Hadapi Tantangan SDM dan Minimnya Minat Baca, Pemuda Dorong Kesadaran Kolektif

Bulang, Prambon — Keberlangsungan Perpustakaan Desa Bulang masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari rendahnya minat…

3 hari ago

Menyalakan Literasi di Utara Kalimantan bersama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur

SEBATIK - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten…

5 hari ago

Rapimwil TBBR Kaltara, Gubernur Dorong Sinergi Adat dan Pembangunan

MALINAU – Iringan tarian adat Dayak dan nuansa alam Malinau menyambut kedatangan Gubernur Kalimantan Utara…

3 minggu ago