Categories: KALTARA

Bappeda Kaltara Fasilitasi Pembahasan SIPD, Fokus Turunkan Stunting

TANJUNG SELOR – Bappeda dan Litbang Kaltara memfasilitasi pertemuan bersama kementerian terkait di Tanjung Selor beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut membahas penerapan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dalam melakukan tagging atau pelabelan laporan stunting di wilayah Kaltara, termasuk seluruh kabupaten/kota.

Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda dan Litbang Kaltara, Mufied Azwar menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama di Indonesia dan menempatkan Kaltara sebagai pilot project nasional penerapan SIPD untuk pelaporan stunting.

“Kalau peran kami hanya memfasilitasi pembahasan tersebut. Tapi, Kaltara menjadi daerah pertama yang dijadikan proyek percontohan,” ujar Mufied.

Menurutnya, dalam pertemuan itu Bulungan menjadi salah satu objek penilaian utama karena telah mengimplementasikan intervensi stunting lintas sektor. Pemerintah pusat, kata Mufied, mengharapkan setiap daerah dapat melakukan penginputan data stunting secara terintegrasi ke dalam aplikasi SIPD.

“Mereka berharap penginputan terhadap tagging di aplikasi SIPD dilakukan dengan lengkap. Dalam penyerapan anggaran yang nilainya mencapai miliaran, salah satu itemnya memang terkait stunting, kemiskinan, dan anak putus sekolah,” bebernya.

Namun, ia menilai masih terdapat kendala teknis di lapangan karena fitur-fitur khusus seperti staging stunting belum sepenuhnya tersedia dalam sistem SIPD yang masih bersifat global. Meski demikian, pembaruan terus dilakukan agar aplikasi tersebut menjadi lebih komprehensif dan memudahkan perangkat daerah.

“Penyempurnaan terus dilakukan agar aplikasi ini bisa lebih lengkap dengan fitur yang memadai. Kedatangan tim dari pusat kemarin juga untuk membahas hal itu,” ungkapnya.

Mufied menambahkan, dari 64 indikator konvergensi stunting di Kalimantan Utara, saat ini sudah mengalami penurunan signifikan menjadi 31 indikator. Hal itu menunjukkan bahwa upaya intervensi dan kolaborasi antarperangkat daerah berjalan cukup efektif.

“Pada dasarnya penyempurnaan SIPD ini untuk memudahkan semua perangkat daerah, karena seluruh perencanaan pemerintah sekarang berbasis digital. Di dalam aplikasi itu nanti jelas terlihat nilai anggaran, angka intervensi stunting, hingga dukungan utama tiap program,” pungkasnya. (adv)

Wira

Recent Posts

Dari Bermain hingga Mendongeng, Play On Anak Krian 2 Hidupkan Literasi Anak Krian

KRIAN, SIDOARJO - Play On Anak Krian 2 menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak melalui…

1 minggu ago

Literasi Tak Cukup Dibaca, Gol A Gong dan Muhari AS Dorong Mahasiswa Berkarya

BANGKALAN — Budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi perhatian melalui Seminar Nasional bertajuk…

2 minggu ago

Menjaga Ilmu, Menumbuhkan Karakter: Ikhtiar Pendidikan bagi 11 Anak Yatim Dhuafa

SIDOARJO — Pendidikan nonformal menjadi salah satu ruang penting dalam membantu anak-anak mendapatkan pendampingan belajar…

3 minggu ago

Polemik Kontrak Publikasi di Pemkab Malinau, SMSI Kaltara Ingatkan Kepatuhan pada UU Pers dan Standar Dewan Pers

TANJUNG SELOR – Polemik kontrak publikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau kepada perusahaan media berbadan hukum…

3 minggu ago

Dari Ruang Baca Nyaris Sunyi, Mahasiswa ITS Hidupkan Harapan Literasi di Desa Bulang

Perpustakaan Asheeqa Ilmi Desa Bulang Jadi Lokasi KKN Tematik Literasi ITS, Seribu Buku Dikatalogkan dan…

3 minggu ago

Merawat Ingatan, Menumbuhkan Kreativitas: Catatan Hari Anak Nasional 2026

JAWA TIMUR - Semangat Hari Anak Nasional 2026 terasa begitu hidup di halaman Balai Kota…

3 minggu ago