TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sangat mendukung perkembangan olahraga di Bumi Benuanta, termasuk salah satunya cabang olahraga (cabor) baru Petanque dan berpengaruh sangat positif.
Hal tersebut diutarakan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Petanque Gubernur Kaltara 2025 di Lapangan Petanque jalan Agatis, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, pada Sabtu (19/7).
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada Federasi Olahraga Petanque Indonesia atau FOPI Kaltara serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya ajang pencarian bibit unggul atlet Petanque Kaltara.
“Berbeda dengan tahun sebelumnya, Kejurprov kali ini menjadi lebih semarak karena tidak hanya diikuti atlet dari Kaltara, tetapi juga dihadiri peserta dari luar provinsi seperti Kaltim, Kalbar, Sulteng dan DKI Jakarta,” kata Gubernur Zainal.
Ia mendukung pelaksanaan even Kejurprov Pentaque karena dipersiapkan dengan sangat baik dan menarik, sehingga nantinya dapat melahirkan serta menjaring bibit atlet unggulan di Kaltara
“Kejurprov ini diharapkan dapat menjaring bibit unggul yang siap dibina untuk menghadapi Porprov II Kaltara tahun depan, dan Kejurnas di NTB yang berlangsung pada 1 hingga 3 Agustus 2025,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Zainal mengajak seluruh peserta untuk dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan.
“Junjung tinggi sportivitas dan semoga acara ini berlangsung dengan lancar dan sukses,” ujarnya.
Usai resmi membuka Kejurprov Pentaque, Gubernur Zainal didampingi Ketua KONI Kaltara, H. Muhammad Nasir, SE., M.M., turut mencoba olahraga Pentaque, yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta dan masyarakat yang turut menyaksikan olahraga yang tergolong baru tersebut.
Untuk diketahui, olahraga Petanque merupakan olahraga yang dimainkan dengan melempar bola besi (boule) yang ditujukan sedekat mungkin dengan bola kayu kecil (cochonnet atau jack) yang menjadi target sasaran.
Olahraga yang berasal dari Prancis ini menuntut ketepatan lemparan strategi, karena pemain atau tim berusaha mendekatkan boulenya ke cochonnet, sambil menjauhkan boule lawan. (dkisp)
SIDOARJO — Pendidikan nonformal menjadi salah satu ruang penting dalam membantu anak-anak mendapatkan pendampingan belajar…
TANJUNG SELOR – Polemik kontrak publikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau kepada perusahaan media berbadan hukum…
Perpustakaan Asheeqa Ilmi Desa Bulang Jadi Lokasi KKN Tematik Literasi ITS, Seribu Buku Dikatalogkan dan…
JAWA TIMUR - Semangat Hari Anak Nasional 2026 terasa begitu hidup di halaman Balai Kota…
TANJUNG SELOR - PT Trakindo Utama kembali memperkuat komitmennya mendukung pembangunan dan pertumbuhan industri nasional…
TANJUNG SELOR – Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muhammad Nasir mendorong dunia jasa konstruksi di…