Di balik hamparan hijau sawah yang membentang di Desa Malinau Seberang, Kabupaten Malinau, tersimpan kisah perubahan hidup yang lahir dari langkah kecil namun berdampak besar. Di sinilah Bung Lawing, seorang petani jagung yang dulu nyaris putus asa karena jerat modal dan ketidakpastian harga, namun ia menemukan cahaya baru berkat dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
HADI ARIS ISKANDAR, Malinau
“Dulu saya menanam, panen, jual. Tapi kadang rugi karena harga jeblok. Sekarang saya belajar ngatur usaha, bahkan sudah bisa jual ke koperasi sendiri,” kata Sutrisno sambil menunjuk hasil panen jagungnya yang kini dikemas rapi dan siap dipasarkan ke luar daerah.
Perubahan itu dimulai ketika ia bergabung dalam program Klaster Usaha BRI sebuah inisiatif yang tidak hanya menawarkan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga pendampingan usaha, pelatihan budidaya pertanian modern, serta bantuan akses ke pasar.
Program ini lahir dari semangat “Memberi Makna Indonesia”. mewujudkan pertumbuhan inklusif yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat desa, terutama para petani yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Di tahun 2024, BRI telah membentuk lebih dari 1.800 klaster usaha pertanian di seluruh Indonesia, mencakup komoditas seperti padi, jagung, hortikultura, hingga kopi dan kakao.
Di balik angka-angka itu, ada ribuan cerita tentang petani yang kini tak hanya bertani, tetapi juga menjadi pelaku usaha, inovator, bahkan mentor bagi sesama.
Salah satunya adalah Ningsih (28), petani muda yang kini mengelola pertanian berbasis teknologi digital melalui BRI Smart Farming.
“Dulu saya pikir bertani itu pekerjaan orang tua. Tapi dengan teknologi dan bantuan dari BRI, saya malah bisa jadi pengusaha pertanian. Saya jual hasil tani saya online sekarang,” ucapnya sambil memperlihatkan aplikasi yang memantau kondisi lahan secara real time.
Langkah BRILian seperti inilah yang menjadikan BRI lebih dari sekadar lembaga keuangan. Ia hadir sebagai mitra pertumbuhan, penopang harapan, dan penyemai perubahan.
Ketika petani tumbuh, desa bangkit, dan hasil bumi kita dihargai lebih layak. Di sanalah makna Indonesia yang cemerlang benar-benar terasa. Dan di setiap langkah itu, BRI terus hadir, mendampingi dari awal hingga panen harapan. (*)
Berikan Pemahaman Nilai-Nilai Al-Qur’an, dan Meneladani Akhlak Rasulullah Lewat Cerita SIDOARJO - TBM Al Farabi,…
SIDOARJO – Semangat kemerdekaan terasa berbeda di Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo. Warga menggelar rangkaian perayaan…
SIDOARJO – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Bulang,…
KRIAN, SIDOARJO - Play On Anak Krian 2 menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak melalui…
BANGKALAN — Budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi perhatian melalui Seminar Nasional bertajuk…
SIDOARJO — Pendidikan nonformal menjadi salah satu ruang penting dalam membantu anak-anak mendapatkan pendampingan belajar…