TANJUNG SELOR – Polda Kaltara melaksanakan pemusnahan minuman beralkohol dan narkotika. Kegiatan ini merupakan hasil dari operasi yang telah dilakukan sejak awal tahun hingga menjelang bulan suci Ramadan.
Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Hary Sudwijanto mengatakan Operasi Pekat Kayan 2025 yang dilaksanakan pada 10 Februari hingga 1 Maret 2025 berhasil mengungkap berbagai pelanggaran terkait peredaran minuman keras. Dalam operasi ini, Polda Kaltara menyita sebanyak 907 botol minuman keras dari 26 merek yang berbeda. Dari jumlah tersebut, 117 botol telah disisihkan untuk kepentingan persidangan, sedangkan 790 botol lainnya dimusnahkan dalam acara ini sebagai bentuk komitmen dalam memberantas peredaran minuman keras.
Selain menindak peredaran minuman beralkohol, Polda Kaltara juga berhasil mengungkap tujuh kasus narkotika dalam beberapa bulan terakhir. Sebanyak delapan tersangka yang terdiri dari tujuh laki-laki dan satu perempuan berhasil diamankan dalam kasus ini. Barang bukti yang berhasil disita antara lain 4.544,76 gram sabu, 4,21 gram ekstasi, dan 1,73 gram ganja. Sebagian kecil barang bukti telah disisihkan untuk keperluan laboratorium forensik dan persidangan, sementara sisanya dimusnahkan dalam kegiatan ini sesuai dengan ketetapan hukum yang berlaku.
Kapolda Kaltara menegaskan bahwa operasi ini tidak hanya bertujuan untuk memberantas peredaran narkotika dan minuman keras, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dari bahaya penyalahgunaan zat-zat terlarang tersebut. Dari jumlah narkotika yang dimusnahkan, diperkirakan sekitar 90.000 jiwa berhasil terselamatkan dari dampak negatif narkoba. Jika dinilai dari segi ekonomi, barang bukti yang dimusnahkan memiliki nilai mencapai Rp 9 miliar, yang jika beredar di masyarakat dapat memberikan dampak sosial yang besar.
“Saya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran minuman keras dan narkotika di sekitar mereka. Partisipasi aktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan sangat diperlukan guna menjaga lingkungan yang lebih aman dan bebas dari pengaruh negatif. Selain itu, peran orang tua dan pendidik juga sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya narkoba serta dampak buruk minuman keras bagi kesehatan dan kehidupan sosial mereka,” tutupnya. (Humas Polda)
Berikan Pemahaman Nilai-Nilai Al-Qur’an, dan Meneladani Akhlak Rasulullah Lewat Cerita SIDOARJO - TBM Al Farabi,…
SIDOARJO – Semangat kemerdekaan terasa berbeda di Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo. Warga menggelar rangkaian perayaan…
SIDOARJO – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Bulang,…
KRIAN, SIDOARJO - Play On Anak Krian 2 menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak melalui…
BANGKALAN — Budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi perhatian melalui Seminar Nasional bertajuk…
SIDOARJO — Pendidikan nonformal menjadi salah satu ruang penting dalam membantu anak-anak mendapatkan pendampingan belajar…