NUNUKAN – Mendapatkan amanah memimpin Nunukan selama dua periode menjadi tantangan tersendiri bagi Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid. Bagaimana tidak, saat mewabahnya Covid 19 recofusing anggaran terjadi.
“Dengan berbagai keberhasilan yang sudah capai tentunya tidak terlepas dari berbagai hambatan dan tantangan dalam 2 periode masa kepemimpinan saya,” ucap Hj Asmin Laura Hafid.
Ia bercerita, kondisi geografis Kabupaten Nunukan terdiri atas dua pulau besar, daratan, dan dataran tinggi menjadikan tantangan tersendiri dalam menjalankan pembangunan.
“Tantangan lainnya yakni penyelesaian hutang pada periode pemerintahan tahun 2011-2016 sebesar Rp 447,4 miliar dan yang sudah bisa diselesaikan sampai saat ini sebesar Rp 293, 25 miliar,” ungkapnya.
Sementara sisanya lanjutnya berdasarkan dengan PMK nomor 55 tahun 2024 akan diselesaikan hingga tahun anggaran 2025 khususnya terkait dengan transfer DBH DR.
“Hal lain yang menjadi tantangan adalah APBD yang cenderung menurun akibat adanya penyesuaian perimbangan keuangan sebagai konsekuensi pemekaran provinsi dari Kalimantan Timur ke provinsi Kalimantan Utara,” bebernya.
Kemudian, recofusing anggaran terjadi akibat Pandemi Covid 19 dan keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam undang undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah sehingga akselerasi pembangunan di daerah tidak dapat terlaksana dengan maksimal.
“Meskipun tantangan dalam pembangunan ke depan semakin kompleks. Namun, saya mengajak seluruh komponen dan lapisan masyarakat untuk dapat terus merawat kebersamaan dan melanjutkan pembangunan Kabupaten Nunukan yang lebih maju menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (adv)
Berikan Pemahaman Nilai-Nilai Al-Qur’an, dan Meneladani Akhlak Rasulullah Lewat Cerita SIDOARJO - TBM Al Farabi,…
SIDOARJO – Semangat kemerdekaan terasa berbeda di Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo. Warga menggelar rangkaian perayaan…
SIDOARJO – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Bulang,…
KRIAN, SIDOARJO - Play On Anak Krian 2 menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak melalui…
BANGKALAN — Budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi perhatian melalui Seminar Nasional bertajuk…
SIDOARJO — Pendidikan nonformal menjadi salah satu ruang penting dalam membantu anak-anak mendapatkan pendampingan belajar…