Categories: KALTARANUNUKAN

Usia 25 Tahun, Kabupaten Nunukan Dari Waktu Ke Waktu

(Bagian 1)

JAUH sebelum terbentuknya kabupaten Nunukan, kawasan ini turut memberikan kontribusi dalam perjalanan sejarah Indonesia. Satu peristiwa heroik yang pernah terjadi pada tahun 1963-1965 wilayah ini menjadi salah satu pusat pelaksanaan amanat Dwikora, menjadi pusat pertahanan pada saat terjadinya konfrontasi dengan Malaysia.

Pengerahan pasukan dari TNI dan pembinaan para sukarelawan dalam upaya melaksanakan amanat Dwikora berpusat di Pulau Nunukan dan beberapa wilayah seperti Sebatik, Sebuku, Sei Manggaris, Lumbis dan Krayan. Konfrontasi berlangsung hingga tahun 1965, beberapa bukti sejarah yang ditinggalkan pahlawan Dwikora antara lain tugu Dwikora dan Taman Makam Pahlawan Jaya Sakti Nunukan.

Mengingat posisi strategis dan geopolitik sebagai daerah perbatasan antar negara khususnya Indonesia dan Malaysia disertai dengan keinginan masyarakat untuk percepatan pembangunan serta usaha Bupati Bulungan Kolonel RA Bessing maka pemerintah pusat menerbitkan Undang undang nomor 47 tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999 tentang pembentukan kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Bontang.

Menindaklanjuti UU tersebut pada tanggal 12 Oktober 1999 menteri dalam negeri Hari Sabarno  melantik Drs. H Bustaman Arham M.Si sebagai Penjabat Bupati Nunukan dan Drs H Budiman Arifin sebagai Sekretaris Daerah. Ada lima kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Nunukan yaitu kecamatan Nunukan, Kecamatan Sebatik, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis dan Kecamatan Krayan.

Setelah pelantikan penjabat Bupati dan Sekretaris Daerah diikuti dengan pengisian kursi di lembaga legislatif DPRD Nunukan disertai dengan penataan kelembagaan perangkat daerah untuk melaksanakan tugas dan fungsi teknis pemerintahan.

Dalam mewujudkan kesinambungan pemerintahan di kabupaten Nunukan telah dilakukan pemilihan Bupati dan anggota DPRD Nunukan.

Adapun bupati yang terpilih yaitu pasangan H Abdul Hafid Ahmad – Drs Kasmir Foret MM menjabat sebagai bupati dan Wakil Bupati Nunukan pada tahun 2001 – 2006 dan 2006  2011. Drs H Basri – HJ Asmah Gani tahun 2011 – 2016 dan HJ Asmin Laura Hafid SE MM  PhD – Ir H Faridil Murad SE MT tahun 2016 – 2021 dan HJ Asmin Laura Hafid SE MM PhD – H Hanafiah SE MSi hasil pilkada tahun 2020. (bersambung/adv)

Sumber : Prokompim Setkab Nunukan

Wira

Recent Posts

Gubernur Buka Musdalub DAD, Perkuat Persatuan dan Peran Adat dalam Pembangunan

TANJUNG SELOR – Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa…

1 hari ago

Open House Iduladha, Gubernur Kaltara Ajak Warga Perkuat Silaturahmi

TANJUNG SELOR – Usai menunaikan Salat Iduladha, halaman Kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) dipenuhi masyarakat…

2 hari ago

Gubernur Salat Iduladha Bersama Warga, Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., melaksanakan…

3 hari ago

Kaltara Tetapkan RAD Pangan dan Gizi, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M.,…

4 hari ago

Pemprov Siapkan 59 Sapi Kurban untuk Iduladha 1447 H, Tersebar di Seluruh Daerah

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan 59 ekor sapi kurban untuk…

4 hari ago

Golkar Serahkan Hewan Kurban untuk 500 Petugas Kebersihan di Bulungan

TANJUNG SELOR – DPD Partai Golkar Kaltara menyalurkan bantuan hewan kurban dari Ketua Umum DPP…

4 hari ago