Categories: NUNUKANPOLITIKUMUM

Penyusunan Rancangan Awal RKPD 2025 Diapresiasi Ketua DPRD Nunukan

NUNUKAN – Proses tahapan konsultasi publik penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 telah berlangsung pada 21 Februari 2024. Kelanjutannya, saat ini memasuki tahapan Musrenbang kewilayahan di tiap kecamatan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Nunukan Hj Leppa memberikan apresiasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi Nunukan dan sejumlah pelaku usaha dan pihak lainnya yang terlibat dalam proses penyusunan RKPD 2025.

Hal ini lanjutnya, merupakan kegiatan yang menjadi bukti bahwa masyarakat Nunukan sangat perhatian terhadap peningkatan pembangunan di Kabupaten Nunukan.

“Ini bukti nyata partisipasi dan kepedulian terhadap pembangunan daerah kita. Makanya, saya ucapkan terima kasih kepada semuanya,” ujarnya belum lama ini.

Terlebih lagi, pada tahapan konsultasi publik ini merupakan salah satu tahapan penting dalam penyusunan RKPD 2025. Sebab, di forum ini Pemkab khususnya Bappeda Litbang Nunukan menjaring aspirasi dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD yang telah disusun.

“Karena RKPD merupakan dokumen perencanaan daerah yang memuat arah kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan daerah untuk jangka waktu satu tahun,” ungkapnya.

Ia berharap penyusunan RKPD harus partisipatif dan transparan agar segala sesuatu yang direncanakan pemerintah daerah dapat dipastikan bersama masyarakat. Dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

“Kita berharap agar konsultasi publik ini memperoleh masukan dan saran sebagai bentuk penyempurnaan RKPD 2025,” pesannya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Nunukan H Hanafiah mengungkapkan proses penyusunan RKPD 2025 dilaksanakan secara partisipatif untuk menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Serta sesuai potensi dan permasalahan yang dihadapi guna mengoptimalkan hasil pembangunan.

“Makanya, partisipasi masyarakat khususnya dalam proses perencanaan merupakan hal yang sangat penting,” pesannya

Baginya, partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan merupakan salah satu wahana pemberdayaan masyarakat untuk berperan dalam proses pengambilan keputusan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder dalam menentukan arah  pembangunan daerah.

“Tahapan konsultasi publik ini merupakan upaya penjaringan saran/masukan dari instansi/lembaga terkait maupun kelompok/organisasi kemasyarakatan untuk melengkapi dan menyempurnakan rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah yang telah disusun,” tutupnya. (adv)

Wira

Recent Posts

Gubernur Buka Musdalub DAD, Perkuat Persatuan dan Peran Adat dalam Pembangunan

TANJUNG SELOR – Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa…

1 hari ago

Open House Iduladha, Gubernur Kaltara Ajak Warga Perkuat Silaturahmi

TANJUNG SELOR – Usai menunaikan Salat Iduladha, halaman Kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) dipenuhi masyarakat…

2 hari ago

Gubernur Salat Iduladha Bersama Warga, Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., melaksanakan…

3 hari ago

Kaltara Tetapkan RAD Pangan dan Gizi, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M.,…

4 hari ago

Pemprov Siapkan 59 Sapi Kurban untuk Iduladha 1447 H, Tersebar di Seluruh Daerah

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan 59 ekor sapi kurban untuk…

4 hari ago

Golkar Serahkan Hewan Kurban untuk 500 Petugas Kebersihan di Bulungan

TANJUNG SELOR – DPD Partai Golkar Kaltara menyalurkan bantuan hewan kurban dari Ketua Umum DPP…

4 hari ago