{"id":4125,"date":"2025-04-15T16:58:00","date_gmt":"2025-04-15T08:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/literasidata.com\/?p=4125"},"modified":"2025-04-16T17:00:06","modified_gmt":"2025-04-16T09:00:06","slug":"dari-timbangan-ke-teknologi-perjalanan-qris-bri-di-pasar-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/literasidata.com\/?p=4125","title":{"rendered":"Dari Timbangan ke Teknologi, Perjalanan QRIS BRI di Pasar Rakyat"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>MALINAU <\/strong>&#8211; Dulu, tak pernah terbayang oleh Pak Anwar bahwa dagangannya akan dibayar dengan handphone. \u201cSaya ini dari dulu pegang uang tunai. Rasanya aneh kalau orang beli ayam terus bilang \u2018bayar pakai QR\u2019,\u201d ujarnya sambil tersenyum lebar, menunjukkan giginya yang tinggal separuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun dunia berubah, dan tanpa disadari, pasar pun ikut berubah. Pelanggan mulai enggan membawa uang tunai, apalagi sejak pandemi. Mereka ingin cepat, bersih, dan aman. Di situlah QRIS BRI mulai masuk dan memperkenalkan cara baru bertransaksi bahkan di kios ayam tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWaktu pertama ditawari QRIS BRI, saya pikir ini cuma buat toko besar. Tapi anak saya bilang, \u2018Pak, ini penting. Biar pelanggan muda mau beli di sini juga\u2019. Saya pikir, ya sudahlah, coba aja,\u201d cerita Pak Anwar.<\/p>\n\n\n\n<p>Petugas BRI datang, membantu dari awal. Tak butuh waktu lama, QRIS BRI sudah nempel di lapaknya. Pelanggan mulai mencoba. Yang menarik, sebagian dari mereka justru membeli lebih banyak karena tak terbatas uang tunai di dompet.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya nggak nyangka. Tiap hari ada aja yang bayar pakai QRIS. Yang penting saya tinggal lihat notifikasinya masuk,\u201d katanya sambil menunjukkan layar ponselnya dengan bangga.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak pakai QRIS, Pak Anwar jadi lebih mudah mengatur uang. Ia juga mulai menabung di BRI, karena semua penghasilan digital langsung masuk rekening. Ia bahkan pernah mengajukan pinjaman kecil untuk membeli freezer baru agar bisa menyimpan stok ayam lebih lama.<\/p>\n\n\n\n<p>BRI tak hanya memberi QRIS, tapi juga memberi pelatihan tentang pencatatan keuangan dan pengelolaan usaha.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya ini pedagang, bukan orang sekolah tinggi. Tapi BRI bikin saya merasa dihargai. Dikasih ilmu, dikasih kesempatan berkembang,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>QRIS BRI membuktikan bahwa transformasi digital bukan cuma milik kota-kota besar. Di tengah pasar becek, bau ikan asin, dan tumpukan cabai merah, teknologi bisa hadir membantu, bukan menggantikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Pak Anwar, setiap transaksi lewat QRIS adalah langkah baru. Sebuah pengingat bahwa bahkan kios kecil dengan lantai semen dan atap seng bisa jadi bagian dari masa depan Indonesia yang lebih terang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSiapa bilang orang pasar nggak bisa digital? Saya juga bisa. Asal mau belajar, semua mungkin,\u201d katanya mantap. (*\/hai)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALINAU &#8211; Dulu, tak pernah terbayang oleh Pak Anwar bahwa dagangannya akan dibayar dengan handphone. \u201cSaya ini dari dulu pegang uang tunai. Rasanya aneh kalau orang beli ayam terus bilang \u2018bayar pakai QR\u2019,\u201d ujarnya sambil tersenyum lebar, menunjukkan giginya yang tinggal separuh. Namun dunia berubah, dan tanpa disadari, pasar pun ikut berubah. Pelanggan mulai enggan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4126,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-4125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/literasidata.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/hai9.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4125"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4127,"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4125\/revisions\/4127"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/literasidata.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}